3 Kota Jadi Proyek Percontohan Transportasi Ramah Lingkungan

Oleh: M. Tahir Saleh 05 Desember 2013 | 17:25 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Perhubungan menetapkan tiga kota percontohan proyek transportasi berkelanjutan yakni Medan, Batam, dan Manado guna merealisasikan transportasi yang rendah karbon dan ramah lingkungan.

Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan Leon Muhammad mengatakan pada fase percontohan dengan tiga kota itu diharapkan dapat menunjukkan kemampuan kebijakan dan aksi transportasi perkotaan dalam pelaksanaan rencana aksi mitigasi.

“Tiga kota ini menjadi awal bagi pilot project transportasi rendah kargon dan ramah lingkungan,” kata Leon dalam sambutan penandatanganan MoU Transportasi Berkelanjutan atau Indonesia Sustanable Urban Transport Initiative (Indo Sutri) di Jakarta, Kamis (5/12).

Dia mengatakan terpilihnya tiga kota percontohan dengan transportasi perkotaan yang berkelanjutan itu melalui seleksi yang dilakukan Kementerian Perhubungan dan ditetapkan Menteri Perhubungan melalui surat No.KP.30/2013 tentang Penetapan Pemerintah Kota sebagai Pilot Project Indo Sutri.

Dalam kesempatan itu hadir Gubernur Sumatra Utara Gatot Pujo Nugroho, Plt Walikota Medan Dzulmi Eldin, dan Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan Renward Parapat. MoU dengan Medan sebetulnya dijadwalkan bersamaan dengan Batam dan Manado pada 7 Maret tahun ini tapi bertepatan dengan Pilkada Gubernur Sumut.

Leon mengatakan pelaksanaan proyek percontohan itu dalam upaya menciptakan sistem transportasi berkelanjutan sehingga dapat memberikan pelayanan transportasi yang lebih baik bagi masyarakat. 

Kemenhub mencatat sektor transportasi adalah sektor dengan konsumsi bahan bakar terbesar kedua di Indonesia yakni 31% dari total konsumsi bahan bakar Nasional pada 2010. Diperkirakan pertumbuhan konsumsi bahan bakar ini terus meningkat sebesar 3,1% setiap tahun.

“Itu data 2010, sekarang sudah 2013. Artinya sudah bertambah 9%. Pada 2010 konsumsi bahan bakar mencapai 31%,” kata mantan Dirjen Perhubungan Laut ini.

Leon mengungkapkan proposal sektor transportasi untuk ketiga kota percontohan itu berhasil masuk dalam Nationally Appropriate Mitigation Action (NAMA). Proposal itu diterima oleh United Nation Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) dari 43 proposal yang diajukan negara-negara lain.

Dari jumlah itu hanya dua proposal yang diterima untuk kegiatan sektor transportasi, yaitu Indonesia dan Kolombia.

“Oleh karena itu saya harapkan agar para pihak yang terlibat dalam proyek percontohan ini dapat berkontribusi dan berkomitmen secara maksimal agar proyek percontohan ini dapat berjalan dengan baik.”

Gubernur Sumatra Utara Gatot Pujo Nugroho mengatakan pihaknya menyadari dengan adanya MP3EI menjadikan Sumatra menjadi salah satu titik tekan pembangunan. Sumatra, katanya, menyumbang 25,5% terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. "Di sini ada sejumlah proyek besar dalam hal infrastruktur mulai dari Bandara Kualanamu, Pelabuhan Kuala Tanjung, dan Kawasan Ekonomi Khusus Semangke,” katanya.

Plt Walikota Medan Dzulmi Eldin mengatakan implementasi MoU itu salah satunya pemerintah kota meminta satu lagi koridor angkutan massal setelah sebelumnya pemerintah pusat menjanjikan satu koridor.

“Pemerintah pusat sudah dijanjikan satu koridor dulu tapi kami minta dua koridor kan sudah diberikan Medan-Lubuk Pakam tapi kami minta Medan-Binjai juga jadi sekalian dua koridor, untuk trayeknya,” katanya.

Editor: Martin Sihombing

Berita Terkini Lainnya