Gubernur Kaltim ke Rusia Seizin Presiden, Bahas Proyek Kereta

Oleh: Newswire 25 September 2015 | 01:51 WIB
Gubernur Kaltim Awang Faroek/Antara

Kabar24.com, JAKARTA - Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak menyatakan kunjungan kerjanya ke Rusia pekan lalu sudah sesuai dengan aturan dan mendapatkan izin dari Presiden melalui Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo.

"Kunjungan yang kami lakukan bukan kunjungan bebas dan tidak mungkin seorang gubernur melakukan kunjungan kerja ke luar negeri tanpa seizin Presiden," jelas Awang di Samarinda pada Kamis (24/9/2015).

Dia menjelaskan kunjungan kerja Rusia dalam rangka menindaklanjuti perjanjian kerja sama yang sebelumnya dilakukan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono, dan kemudian saat ini dilanjutkan Presiden Joko Widodo.

"Jadi, kalau ada berita-berita yang mengatakan gubernur pelesiran, itu saya bantah dan tidak benar. Berita itu menyesatkan dan tidak boleh diterima masyarakat," tambahnya di hadapan jamaah shalat Idul Adha di Masjid Al Mukmin, Komplek Lamin Etam Samarinda.

Kunjungan kerja Awang bersama sejumlah kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD) Pemprov Kaltim ke Rusia dilakukan pada 12-22 September 2015.

Sempat muncul kritikan dari DPRD Kaltim terhadap keberangkatan Awang ke Rusia sementara masih terjadi kebakaran hutan atau perkebunan di wilayah yang dipimpinnya.

Menurut Awang, hasil kunjungan kerja tersebut sudah dilaporkan kepada beberapa menteri, salah satunya mengenai tindak lanjut kerja sama proyek perkeretaapian di Kaltim.

Pihak Russian Railways selaku calon investor setuju untuk mengubah proyek kereta api yang awalnya hanya untuk angkutan batu bara menjadi pengangkut sumber daya alam, sehingga juga bisa membawa minyak sawit dari perkebunan, kayu hasil hutan tanaman industri, dan sumber daya alam lainnya.

"Selain itu juga memungkinkan kereta api tersebut nantinya bisa mengangkut penumpang," tambahnya.

Dia menambahkan pihak Russian Railways juga berencana membangun Kawasan Industri Kariangau di Balikpapan dan Industri Buluminung di Penajam Paser Utara, serta beberapa proyek lainnya di Kaltim. "Lebih dari Rp500 triliun yang akan dikucurkan pihak Russian Railways di Kaltim."

Awang juga menyakinkan pihak Rosatom, salah satu lembaga nuklir atom di Rusia, agar di Kaltim juga bisa berdiri pembangkit listrik tenaga nuklir.

Dalam kunjungan kerjanya, Awang juga bertemu 50 orang mahasiswa asal Kaltim yang sedang mengikuti pendidikan teknologi perkeretaapian di Rusia.

Sumber : Antara

Editor: M. Syahran W. Lubis

Berita Terkini Lainnya