Irianto Lambrie Panjang Lebar Bicara Soal Kelanjutan Pembangunan Kalimantan Utara

Oleh: Yanita Petriella 12 Februari 2016 | 16:45 WIB
Irianto Lambrie Panjang Lebar Bicara Soal Kelanjutan Pembangunan Kalimantan Utara
Teknisi melakukan perawatan jaringan di salah satu menara Base Transceiver Station (BTS) di Jakarta, Selasa 23 Juni 2015. Kementerian Komunikasi dan Informatika menjanjikan seluruh desa di perbatasan Kalimantan Timur, Kalimantan Utara dan Kalimantan Barat sudah terpasang BTS serta mendapatkan siaran TVRI dan RRI paling lambat pada semester II 2016./JIBI - Dedi Gunawan
Bisnis.com, SAMARINDA - Pada Jumat (12/2/2016), Irianto Lambrie, mantan Pejabat Gubernur Kalimantan Utara periode 2013 hingga 2015 dilantik oleh Presiden Joko Widodo menjadi Gubernur provinsi ke-34 Republik Indonesia.
 
Berikut petikan wawancara Bisnis Indonesia dengan Irianto Lambrie:
 
Apa yang akan dilakukan bapak setelah dilantik menjadi Gubernur Kaltara?
 
Langkah pertama setelah saya dilantik yakni mengkonsolidasikan dulu pemeritahan karena pemerintahan yang ada relatif baru baik di kabupaten maupun provinsi.
 
Dalam arti, kepala daerahnya baru dilantik, konsolidasi ini penting untuk menyamakan visi misi yang sama dalam lima tahun ke depan.
 
Kedua, kami harus lakukan langkah konsolidasi personil di kalangan aparatur negara dan sekaligus pembenahan sumber daya manusia aparaturnya karena merekalah yang bergerak dan bekerja melaksanakan program itu.
 
Yang berikutnya, kami konsolidasikan program dan identifikasi kembali janji politik yang sudah disampaikan dalam visi misi tertulis pada saat kampanye jangan sampai obral janji.
 
Apa yang akan bapak lakukan dalam lima tahun ke depan?
 
Pertama, persoalan energi listrik untuk masyarakat. Kebutuhan dasar untuk masyarakat, kita programkan. Listrik, di Kaltara menjadi persoalan mendasar dan dikeluhkan masyarakat
 
Kedua, masalah air bersih dan pendidikan dasar PAUD hingga SMA. Kami akan terus mengembangkan fasilitas kesehatan di 
daerah yang selama ini belum tersentuh.
 
Untuk tahun ini, kami memprioritaskan pembangunan infrastruktur dan prasana jalan, air bersih, fasilitas kesehatan dan juga pendidikan.
 
Di wilayah kecamatan, kami akan bangun SMA berasrama untuk memudahkan anak-anak mengeyam pendidikan karena anak-anak yan sekolah itu rumahnya jauh. Sudah kami mulai di Long Layu kecamatan Krayan Selatan bangun SMA berasrama.
 
Tahun ini juga, kami akan selesaikan dan melengkapi fasilitas rumah sakit yang ada di kawasan perbatasan karena 70 tahun kita merdeka belum ada rumah sakit di perbatasan.
 
Kami akan melengkapi dengan peralatan dan tenaga medisnya di rumah sakit yang berada di Long Apung, Malinau, Krayan dan Sebuku itu semuanya masuk perbatasan.
 
Ke depan, kami akan membangun di Semenggaris. Kami tengah proses rumah sakit provinsi di Tanjung Selor Ibu kota Kaltara. Selain itu, kami akan bangun infrastruktur, pelabuhan, bandara, dermaga sungai maupun transportasi sungai.
 
Dermaga sungai ini untuk melayani angkutan barang dan orang ke wilayah perbatasan. Yang tidak kalah penting yakni pembangunan kawasan perbatasan secara menyeluruh.
 
Kami juga akan memperpanjang landasan sehingga bisa dilewati oleh pesawat besar baik di perbatasan maupun provinsi. Perpanjangan landasan ini dilakukan dalam lima tahun ke depan.
 
Untuk mengembangkan perekonomian Kaltara, langkah apa yang bapak ambil?
 
Pengembangan ekonomi, kita hadapi satu situasi ekonomi nasional sedemikian rupa, PHK besar-besaran. Kami mencoba bagaimana dalam situasi yang sulit itu mencari celah dan menyiasatinya untuk dapat mengembangkan ekonomi Kaltara.
 
Kaltara sebagai provinsi yang baru sudah diketahui memiliki potensi yang besar dari sumber daya alam sehingga mudah untuk pengembangan ekonomi ke depan.
 
Kami sudah punya perencanaan studi kelayakan dan studi ke depan sejak saya menjabat sebagai pejabat gubernur.
 
Misalnya, kami akan mengembangkam kota baru mandiri Tanjung Selor. Kota baru mandiri Tanjung Selor itu akan ada investasi besar-besaran baik dari pemerintah maupun swasta karena kami bangun kota baru.
 
Dengan adanya investasi akan ada pertumbuhan ekonomi sehingga kesempatan kerja akan terbuka.
 
Kami akan melawan kemiskinan dengan cara membuka lapangan kerja seluas-luasnya. Caranya tidak ada pilihan, mengkondisikan daerah Kaltara dengan penuhi infrastruktur dasar seperti listrik, air dan jalan itu biar investasi swasta nyaman masuk ke sana.
 
Selain itu, kami akan melanjutkan pembangunan pembangkit listrik tenaga air yang investasinya relatif cukup besar itu lebih Rp200 triliun untuk 25 tahun. Pembangunan itu sudah mulai di sungai Kayan dan Mentarang.
 
Kalau itu jadi, 10 hingga 20 tahun ke depan Kaltara akan menjadi sumber energi terbarukan.
 
Itu sudah disetujui oleh pemerintah dan masuk dalam pembangunan jangka menengah nasional 2015-2019 bahwa Kaltara diminta untuk berkontribusi 15.000 megawatt untuk pembangkit listrik tenaga air.
 
Kami akan kembangakan investasi itu supaya mereka bisa memulai investasinya di tahun 2017 dan 2018.
 
Sumber daya alam yang lain yakni migas di 2017 kami akan mulai produksi blok Nunukan, dekat offshore Pulau Bunyu oleh anak perusahaan PT Pertamina. Mereka sudah melakukan pengeboran ada lima sumur namanya Sumur Badik.
 
Kami akan kembangkan wilayah blok migas yang ada di Nunukan, lepas pantai maupun daratan.
 
Untuk sektor pertanian dan ketahanan pangan, rencana apa yang akan bapak lakukan untuk pengembangan sektor ini?
 
Kami akan kembangkan lahan potensial untuk pengembangan sumber pangan ke depan termasuk juga pertanian akan mengarah agro industri.
 
Saya ingin Kaltara menjadi lumbung pangan nasional sehingga ada program  perluasan cetak sawah, pembangunan irigasi, pembangunan jalan usaha tani, serta pembagian bibit unggul.
 
Kami juga sudah menyusun studi kelayakan untuk kawasan industri baru di Tanah Kuning sudah kita siapkan termasuk amdalnya.
 
Selain itu di kawasan industri Tanah Kuning akan ada pelabuhan internasional Mangkupadi itu di daerah pantai Kabupaten Bulungan di samping kami juga akan terus mengembangkan Pulau Tarakan dan Nunukun.
 
 

Editor: Yoseph Pencawan

Berita Terkini Lainnya