Didominasi Bahan Produksi Industri, Impor Kaltim April 2016 Turun Hampir 40%

Oleh: Yanita Petriella 02 Juni 2016 | 20:15 WIB
Didominasi Bahan Produksi Industri, Impor Kaltim April 2016 Turun Hampir 40%
Ilustrasi/JIBI
Bisnis.com, SAMARINDA - Nilai impor Provinsi Kalimantan Timur mengalami penurunan sebesar 14,05% menjadi senilai US$359,32 juta pada bulan April tahun ini.
 
Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM Provinsi Kaltim Elvina mengatakan, sepanjang Januari hingga April, nilai impor Kaltim hanya US$1,18 miliar, anjlok sebesar 33,81% dari periode yang sama di 2015 yang mencapai US$1,78 miliar.
 
"Impor Kaltim per April turun 14,05% dibanding April 2015, tetapi bila dilihat nilai impor Maret 2016, yang bulan April ini mengalami kenaikan sebesar 8,72% (m-t-m) dari US$330,5 juta," ujarnya kepada Bisnis, Kamis (2/6/2016).
 
Dia merinci impor Kaltim yang senilai US$359,32 juta itu terdiri dari impor untuk sektor migas senilai US$219,53 juta dan non migas yang mencapai US$139,79 juta.
 
"Untuk impor migas per April tahun ini merosot sebesar 25% dibanding April tahun lalu. Yang non migas juga turun 12,11% dari April 2015. Dibanding Maret 2016, non migas kita ada perbaikan, naik sebesar 20% tetapi yang migas turun 16,46% dari bulan sebelumnya."
 
Menurut dia, menurunnya impor Kaltim terjadi karena didominasi turunnya impor bahan proses produksi industri yang ada di Kaltim.
 
"Permintaan dunia industri untuk bahan proses produksi yang didatangkan dari luar daerah mengalami penurunan."
 
Dia menilai penurunan impor ini seiring melambatnya nilai ekspor yang juga mengalami kontraksi dan belum pulihnya ekonomi Kaltim. Menurunnya impor dan ekspor Kaltim ini telah terjadi selama 5 tahun yakni sejak 2011.
 
"Penurunan impor ini seiring dengan ekspor Kaltim yang juga menurun sekitar 32,49% dari April 2015. Penurunan ini tentu akibat harga migas dan batubara yang belum pulih dan permintaan dunia terhadap komoditas ini."
 
Selain itu, lanjut Elvina, penurunan impor Kaltim juga terjadi karena Bumi Etam tidak termasuk 10 pelabuhan impor untuk produk tertentu. Wilayah lain seperti Tarakan di Kalimantan Utara dapat melakukan impor produk tertentu seperti makanan, minimum,alas kaki, sepatu dan mainan, serta barang elektronik sehingga berpengaruh pada nilai impor.
 
"Kami tengah mengusulkan Pelabuhan Kariangau dapat impor produk tertentu. Pengajuan usulan itu sudah dilakukan bersama dengan Disperindakop Balikpapan untuk dukungan kajian."
 
 

Editor: Yoseph Pencawan

Berita Terkini Lainnya