Bank Indonesia Kaltim Siapkan Uang Kartal Rp1 Triliun Lebih Banyak dari Tahun Lalu

Oleh: Yanita Petriella dan Nadya Kurnia 02 Juni 2016 | 18:30 WIB
Bank Indonesia Kaltim Siapkan Uang Kartal Rp1 Triliun Lebih Banyak dari Tahun Lalu
Ilustrasi/JIBI
Bisnis.com, SAMARINDA - Menghadapi Hari Raya Idul Fitri, Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur menyiapkan uang tunai senilai Rp5 triliun.
 
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kaltim Mawardi B.H Ritonga mengatakan, uang kartal yang disiapkan senilai Rp5 triliun tersebut untuk memenuhi kebutuhan masyarakat saat bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri.
 
Tahun ini, uang yang disediakan Bank Indonesia Kaltim mengalami kenaikan Rp1 triliun dari Lebaran tahun lalu yang senilai Rp4 triliun.
 
"Masyarakat tidak perlu khawatir kehabisan uang tunai. Tahun ini, uang yang kami sediakan Rp5 triliun," ujarnya kepada Bisnis, Kamis (2/6/2016).
 
Dia menuturkan, kebutuhan uang tunai jelang Ramadan selalu meningkat dibanding hari biasa yakni dari Rp2 triliun setiap bulannya menjadi Rp2,9 triliun saat Lebaran. Tahun ini, Bank Indonesia memperkirakan kebutuhan uang tunai selama lebaran mencapai Rp4 triliun sehingga uang yang disediakan senilai Rp5 triliun.
 
"Kebutuhan uang meningkat, sebab saat Ramadan hampir setiap orang ingin menyajikan menu istimewa untuk berbuka puasa. Misalnya, hari biasa tidak beli daging tapi saat Ramadan bisa beli daging. Jika permintaan pasar meningkat, harga juga bisa meningkat."
 
Dia mengimbau masyarakat yang ingin menukarkan uangnya dengan pecahan baru dapat datang sendiri ke kantor Bank Indonesia Perwakilan Kaltim di Jalan Gajah Mada Samarinda. Selain itu, sejumlah bank yang tersebar di Samarinda juga menyiapkan uang pecahan kecil untuk penukaran uang pecahan baru.
 
"Masyarakat bisa datang ke kas titipan yang ada di Sangatta, Berau, dan Tanjung Selor di Kalimantan Utara. Untuk BI Balikpapan melayani permintaan perbankan dan masyarakat yang tersebar di tiga daerah, yakni Kota Balikpapan, Kabupaten Penajam Paser Utara, dan Kabupaten Paser."
 
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan Suharman Tabrani memerkirakan  kas keluar selama Ramadhan tahun ini akan meningkat menjadi Rp2,07 triliun dari realisasi kas keluar sebesar Rp1,9 triliun pada periode yang sama di tahun lalu.
 
Realisasi kas keluar selama Ramadhan 2015 mengalami penurunan menjadi Rp1,9 triliun dari realisasi 2014 yang mencapai Rp2,1 triliun.
 
"Biasanya trennya memang selalu meningkat, tapi tahun lalu memang anomali, realisasinya justru menurun. Secara tidak langsung bisa disebabkan oleh ekonomi yang melambat. Tapi tahun ini proyeksinya tetap meningkat, sebab asumsi kenaikan kebutuhan kas keluar itu rata-rata 7% per tahun," ujarnya.
 
Dalam menghadapi kenaikan permintaan uang kartal sepanjang Ramadhan ini, Bank Indonesia memastikan persediaan kas di Balikpapan saat ini sudah lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan uang sesuai proyeksi. Saat ini, Bank Indonesia Balikpapan memiliki persediaan senilai Rp5,84 triliun. Adapun kas besar titipan per 30 Mei mencapai Rp1,3 triliun.
 
Jumlah persediaan kas itu terdiri dari Rp5,83 triliun uang pecahan kertas dan Rp10,06 miliar uang pecahan logam. Suharman mengatakan persediaan kas tersebut akan dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan Kota Balikpapan dan sekitarnya.
 
"Sebagai salah satu depo Bank Indonesia di Kalimantan, kami juga melayani kebutuhan uang di Kalimantan Utara dan Sulawesi Tengah. Khusus untuk daerah lain juga sudah kami sediakan di luar persediaan kas untuk Balikpapan dan sekitarnya."
 
Menurutnya, kas keluar pada tiap momentum Ramadhan selalu didominasi oleh kebutuhan perbankan. Realisasi uang kartal yang keluar untuk kebutuhan penukaran uang kecil menjelang lebaran tak begitu besar bila dibanding dengan kebutuhan perbankan.
 
Pada 2015, realisasi penukaran uang kecil di Balikpapan mencapai Rp46,96 miliar. Adapun uang pecahan terbanyak ditukar adalah pecahan Rp5.000, dengan total penukaran mencapai Rp12,13 miliar dan pecahan Rp10.000 dengan total penukaran mencapai Rp11,42 miliar.
 
"Dengan asumsi kenaikan kebutuhan yang sama dengan kas keluar, maka proyeksi kebutuhan penukaran uang kecil selama Ramadhan tahun ini mencapai Rp50,2 miliar. Mulai minggu ketiga Ramadhan penukaran uang kecil biasanya mulai memuncak."
 
 

Editor: Yoseph Pencawan

Berita Terkini Lainnya