Bekukan 40 Anak Harimau, 22 Tersangka Termasuk 3 Biksu Ditahan

Oleh: Juli Etha Ramaida Manalu 03 Juni 2016 | 22:10 WIB
Harimau/www.hdimagewallpaper.com

Kabar24.com, KANCHANABURI—Polisi Thailand akhirnya mendakwa 22 orang termasuk tiga biksu atas tuduhan perdagangan hewan liar.

Pihak kepolisian juga memindahkan lebih banyak lagi hewan mati dari kuil harimau, Tiger Temple, di Thailand termasuk seekor beruang dan macan tutul setelah sebelumnya menemukan 40 anak harimau dalam freezer di kuil tersebut.

Kuil yang berlokasi di Provinsi Kanchanburi tersebut menjadi destinasi wisata utama selama lebih dari dua puluh tahun. Pengunjung harus membayar 600 baht (US$17) untuk bisa berfoto dengan harimau.

Aktifis satwa liar menuduh kuil tersebut memelihara harimau secara illegal sementara beberapa pengunjung memberikan komentar online bahwa harimau-harimau di kuil tersebut sepertinya diberi obat penenang. Pihak kuil pun menyanggah tuduhan tersebut.

Adisorn Nuchdamrong dari Departemen Taman Nasional Thailand mengatakan 22 orang dijatuhi hukuman atas kepemilikan dan perdagangan satwa liar termasuk anggota yayasan kuil dan tiga biksu yang mencoba melarikan diri dengan satu truk penuh kulit harimau.

Masih belum jelas kenapa anak harimau yang mati disimpan di dalam freezer kendati tulang dan bagian tubuh tertentu harimau memang digunakan dalam obat tradisional China.

"Kami telah menyita semua hard disk cctv di kuil agar polisi bisa menemukan bukti kesalahan," kata Adisorn. Seperti dikutip dari Reuters, Jumat (3/6/2016).

Kuil tersebut mulai buka secara resmi pada 1994 dekat dengan habitat harimau liar dan pertama kali menerima anak harimau yang ditemukan oleh penduduk desa pada 1999.

Pihak kuil mengatakan anak harimau tersebut segera mati setelah diserahkan tetapi warga desa tetap membawa anak harimau ke kuil. Anak harimau yang dibawa biasanya telah kehilangan induknya setelah dibunuh oleh pemburu.

Beragam upaya untuk menutup kuil tersebut berulang kali ditangkal oleh para BIksu.

Sumber : Reuters

Editor: Fatkhul Maskur

Berita Terkini Lainnya

Berita Populer