SATWA DILINDUNGI: Ini 6 Jenis Binatang yang Dijual Ilegal secara Online

Oleh: Anugerah Perkasa 06 Juni 2016 | 08:20 WIB
Orangutan/Ilustrasi
 
Bisnis.com, JAKARTA -- WWF Indonesia meminta warga untuk melaporkan dugaan praktik perdagangan satwa ilegal ke Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) setempat.
 
WWF mencatat sedikitnya terdapat enam jenis satwa yang dilindungi namun kerap diperdagangkan secara daring dalam periode November 2015-April 2016. Jenis binatang itu adalah elang (1.177 ekor); burung paruh bengkok (956 ekor); kucing hutan (395 ekor); rangkong (613 ekor); orangutan (74 ekor) dan harimau sumatra (20 ekor). 
 
"Laporkan praktik perdagangan satwa ilegal yang sobat temukan ke BKSDA setempat melaluiu aplikasi Gakkum," demikian WWF Indonesia dalam akun Twitternya yang dikutip Senin (6/6/2016).
 
Sedangkan jenis satwa yang diduga diperdagangkan secara daring periode Januari-April 2016 mencapai 8 jenis. Jenis binatang itu adalah penyu (252 ekor); burung paruh bengkok (98 ekor); elang (92 ekor); burung jalak bali (44 ekor); orangutan (43 ekor); wallaby (28 ekor); bekantan (13 ekor); dan harimau sumatra (6 ekor). 
 
WWF Indonesia menyatakan kejahatan terhadap tumbuhan dan satwa liar menjadi isu nasional dalam 10 tahun terakhir serta diperbincangkan di pelbagai forum ilmiah maupun di media. Lembaga itu menyatakan terdapat lima komponen dasar yang memicu kejahatan itu yakni satwa liar, pelanggaran, komoditas, tingkatan perdagangan serta nilai perdagangan. 
 
WWF Indonesia, menyitir, International Enforcement Agency (IEA), nilai perdagangan global satwa liar menempati urutan kedua setelah narkotika. Urutan ketiga adalah perdagangan gelap senjata dan emas.
 
"Perdagangan ilegal satwa liar dilindungi ini juga diyakini ikut mendorong proses kepunahan satwa secara signifikan," demikian keterangan WWF.
 

Editor: Mia Chitra Dinisari

Berita Terkini Lainnya

Berita Populer