Harga Karet Anjlok, Petani Pun Mengeluh

Oleh: Martin Sihombing 30 September 2016 | 17:52 WIB
Sejumlah petani karet di Kabupaten Mesuji, Provinsi Lampung mengeluhkan harga getah karet yang anjlok hingga berada pada kisaran Rp4.000/kg, di Kecamatan Panca Jaya, Mesuji, Jumat (30/9/2016)./Bisnis

Bisnis.com, MESUJI, Lampung -  Sejumlah petani karet di Kabupaten Mesuji, Provinsi Lampung mengeluhkan harga getah karet yang anjlok hingga berada pada kisaran Rp4.000/kg.

Junadi, petani karet warga Kecamatan Panca Jaya, Mesuji,  mengharapkan pemerintah harus mencarikan solusi karena saat ini petani karet berada dalam kondisi himpitan ekonomi.

Menurutnya, dulu saat harga getah karet tinggi, umumnya petani karet warga setempat bisa hidup sejahtera. Tapi kini sulit sekali, untuk kebutuhan sehari-hari saja sudah tidak dapat memenuhinya. "Harapannya, pemerintah memberikan solusi semisal mencarikan mata pencaharian lain," kata Junadi pula, Jumat (30/9/2016).

Kusman, petani karet lainnya juga mengeluhkan penurunan harga getah karet ini, mengingat untuk satu hektare lahan hanya mendapatkan sekitar Rp300 ribu hingga Rp500.ribu per bulan.

"Jelas ini tidak mencukupi, sehingga saat ini petani karet dalam keadaan miskin, dan sudah banyak yang meninggalkan kebun serta bekerja menjadi buruh. Harapannya pemerintah memberikan bantuan langsung, seperti beras dan sembako," kata dia lagi.

Harga getah karet tahun ini tidak pernah lebih dari Rp4.000 per kilogram, bahkan dari awal tahun 2016 harga karet hanya berkisar Rp4.000/kg, kata salah seorang petani karet lainnya, Katini (28), warga Kecamatan Simpang Pematang, Mesuji.

Dia mengatakan menjadi petani karet merupakan salah satu mata pencaharian utama bagi warga Mesuji. Karena itu, ketika harga turun, petani karet kewalahan apalagi harga kebutuhan pokok juga terus naik.

Ia merincikan, dengan harga yang berkisar Rp4.000 per kilogram, dirinya hanya memperoleh pendapatan sekitar Rp600 per bulan. Padahal menurutnya, harus menghidupi setidaknya empat anggota keluarganya.

Lebih lanjut, harga getah karet yang turun drastis diperparah dengan kondisi cuaca terjadi hujan dalam beberapa bulan terakhir, sehingga kuantitas getah karet sangat berkurang.

Ia menjelaskan, untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari dirinya terpaksa mencari pekerjaan serabutan lainnya. "Kalau pagi saya tetap bekerja di kebun karet, kemudian siang hari saya harus mencari pekerjaan lainnya seperti mencari pekerjaan di rumah makan untuk mencukupi keperluan sehari-hari," katanya lagi.

Kondisi itu membuat umumnya petani karet di Kabupaten Mesuji kembali mengeluhkan seiring dengan kembali turun harga getah karet di pasaran, sehingga berdampak pada berkurang pendapatan para petani setempat.

Penurunan harga getah karet itu, membuat para petani panik. "Apalagi kebutuhan sehari-hari cukup banyak. Sedangkan pendapatan menurun," ujar Samio, petani karet setempat.

Sebelumnya, lanjut Samio, harga getah karet tahun lalu berkisar antara Rp13 ribu hingga Rp15 ribu per kilogram. Namun dalam satu tahun ini terakhir anjlok menjadi Rp4 ribu per kilogram.

"Jika sebelumnya kami bisa dapat Rp200 ribu setiap minggu, kini hanya Rp60 ribu. Sedangkan kebutuhan rumah tangga banyak," ujarnya mengeluhkan kondisi itu.


Sumber : ANTARA

Editor: Martin Sihombing

Berita Terkini Lainnya