LESTARIKAN SATWA LIAR: Gandeng Path, PBB Gencarkan Kampanye Lingkungan di Medsos

Oleh: Wike Dita Herlinda 25 Oktober 2016 | 22:08 WIB
Orangutan./.

Bisnis.com, JAKARTA - Kampanye Perserikatan Bangsa-Bangsa “Wild for Life” untuk meningkatkan kesadaran tentang satwa liar yang terancam punah diluncurkan di salah satu platform sosial media terpopuler di Indonesia, Path.

Peluncuran kampanye “Wild for Life” hasil kerjasama dengan Pusat Informasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNIC) Jakarta dan Path Indonesia, bertujuan untuk menggalang dukungan masyarakat untuk menghentikan permintaan yang mendorong terjadinya perdagangan ilegal di satwa liar.

Kampanye ini diharapkan dapat menarik partisipasi anak muda Indonesia, pengguna langsung platform sosial media, untuk mendaftar dalam kampanye ini dan meningkatkan kesadaran bahwa perdagangan ilegal satwa liar berdampak pada ekonomi, masyarakat juga mengancam keamanan.

“Kejahatan terhadap satwa liar tidak hanya mengancam margasatwa itu sendiri, namun juga mengancam komunitas lokal dan ekonomi nasional, serta menyangga keberadaan kartel kriminal internasional. Semua orang memiliki peran untuk melawan ancaman ini, baik pembuat kebijakan, penegak hukum, perusahaan ataupun warga sipil. Tindakan yang kita ambil akan menentukan keberlangsungan kehidupan satwa liar di dunia,” ujar Isabelle Louis, Direktur Regional Interim UN Environment untuk Asia dan Pasifik dalam siaran pers, Selasa (25/10/2016).

Publik figur Indonesia seperti Davina Veronica dan Anggun telah bergabung dengan sekian banyak publik figur dunia, yang menyerukan tindakan untuk melindungi spesies terancam dengan mengurangi permintaan satwa liar dan produk terkait serta melestarikan spesies ikonik seperti orangutan, harimau, badak dan rangkong gading.

“Path Indonesia dengan bangga mempelopori tujuan mulia ini bersama dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa,” ujar Alex Kim, Direktur Pelaksana Path Indonesia.

“Kami ingin menggunakan jangkauan dan kapasitas kami untuk membawa kesadaran sosial dan perubahan nyata yang akan bermanfaat bagi kemanusiaan.”

Perdagangan ilegal satwa liar diperkirakan bernilai US$50-US$150 miliar per tahun, yang disumbang oleh kejahatan hutan dan penebangan liar senilai sekitar US$30-US$100 miliar. Negara di Asia Pasifik menjadi hulu, hilir dan titik lintas untuk perdagangan ilegal satwa liar.

Kekayaan keanekaragaman hayati Indonesia – sebuah hubungan tidak ternilai dalam siklus kehidupan dan keberlangsungan manusia, serta sebagai kebanggaan nasional dan pembangunan ekonomi berkelanjutan – kini terancam oleh tindakan dan praktik manusia yang abai, diantaranya perburuan liar.

Lebih dari 70% kasus yang berkaitan dengan kera besar sejak 2013 melibatkan orangutan dari Indonesia. Baik orangutan dari Kalimantan dan Sumatra kini telah dikategorikan dalam daftar terancam punah.

#WildforLife dijalankan oleh Program Lingkungan PBB (UN Environment), Program Pembangungan PBB (UNDP), Kantor PBB Urusan Narkoba dan Kejahatan (UNODC) dan Konvensi Perdagangan Internasional Tumbuhan dan Satwa Liar Spesies Terancam (CITES).

Editor: Linda Teti Silitonga

Berita Terkini Lainnya

Berita Populer