Jaga Kualitas Kredit, Cara Ini Ditempuh Bank Kaltim Sampai Akhir 2016

Oleh: Nadya Kurnia 26 Oktober 2016 | 23:30 WIB

Bisnis.com, BALIKPAPAN - Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Timur Cabang Balikpapan akan terus melakukan restrukturisasi dan penjualan agunan hingga akhir tahun nanti untuk menjaga kualitas kredit.

Kepala Cabang BPD Kaltim Balikpapan Muhammad Dayat mengatakan, sejak awal tahun pihaknya telah melakukan restrukturisasi kredit dengan nilai Rp22 miliar. Mayoritas debitur yang direstrukturisasi berasal dari sektor konstruksi investasi.

"Konstruksi investasi itu kredit konstruksi untuk membangun proyek sendiri, misalnya perumahan atau rumah toko. Kalau kontraktor yang menggarap proyek pemerintah termasuk debitur kredit konstruksi proyek, dan mereka rata-rata aman kualitas kreditnya," jelas Dayat, Rabu (26/10/2016).

Kendati Pemkot Balikpapan telah menunda pembayaran sejumlah proyek, Dayat memastikan debiturnya yang menggarap proyek pemerintah dan terkena penundaan pembayaran telah ditanganinya dengan baik.

Menurutnya, ada lima debitur yang terkena penundaan pembayaran dengan total nilai pinjaman sebesar Rp14 miliar.

Adapun cara yang ditempuhnya untuk mencegah agar penundaan pembayaran itu tak mempengaruhi kualitas kredit debiturnya adalah dengan melakukan pemotongan pembayaran angsuran secara proporsional, sesuai dengan jumlah pembayaran yang diterima debitur.

"Proyek yang dikerjakan oleh kelima debitur itu adalah pembangunan jalan atau drainase. Tidak ada proyek yang besar-besar. Kami juga memberi pinjaman tidak 100%, hanya 60% dari nilai proyek. Selebihnya harus modal dari kontraktornya sendiri."

Lebih lanjut Dayat mengatakan, hingga kuartal III, pihaknya telah menyalurkan kredit senilai Rp327 miliar. Dengan rincian 50% disalurkan pada kredit konsumtif, 40% disalurkan pada kredit konstruksi dan 10% pada kredit modal kerja lainnya.

"Realisasi penyaluran kredit masih 50% dari target yang ditetapkan sepanjang tahun. Masih ada sisa waktu sampai akhir tahun untuk mengejar target sembari menjaga kualitas kredit."

 

 

Editor: Yoseph Pencawan

Berita Terkini Lainnya