TAMBAHAN KUOTA HAJI: Pemerintah Prioritaskan Haji Pertama

Oleh: Lili Sunardi 13 Januari 2017 | 11:31 WIB
Sejumlah pengantar melepas calon haji asal Kabupaten Pekalongan di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Jawa Tengah, Rabu (10/8/2016)./Antara-Aloysius Jarot Nugroho

Bisnis.com, JAKARTA—Kementerian Agama akan memberikan tambahan kuota haji dari otoritas Arab Saudi kepada masyarakat yang belum melaksanakan ibadah haji, sehingga dapat memangkas antrean.

Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Agama, mengatakan pihaknya akan memprioritaskan masyarakat yang belum melaksanakan ibadah haji. Pasalnya, selama ini antrean untuk melaksanakan ibadah haji cukup panjang, dan berbeda-beda di setiap daerahnya.

“Prioritas betul-betul ditujukan kepada masyarakat yang belum melaksanakan ibadah haji sama sekali,” katanya melalui keterangan resmi, Jumat (13/1/2017).

Seperti diketahui, tahun ini Indonesia mendapat tambahan kuota haji sebanyak 52.200 orang. Dalam empat tahun terakhir, kuota haji untuk Indonesia dipangkas 20% oleh otoritas Arab Saudi, sehingga hanya dapat memberangkatkan 168.800 orang jemaah haji setiap tahunnya.

Lukman mengimbau masyarakat yang telah melaksanakan ibadah haji memberikan kesempatan kepada pihak yang belum pernah, dengan cara tidak mendaftar kembali. Apalagi, kewajiban untuk melaksanakan ibadah haji hanya sekali, sehingga tidak perlu berangkat ke tanah suci berkali-kali.

“Kewajiban melaksanakan haji sudah gugur kalau pernah melaksanakan ibadah haji, maka beri kesempatan kepada yang belum berhaji sama sekali,” ujarnya.

Untuk memperlancar pelaksanaan ibadah haji tahun ini, Kementerian Agama fokus mempersiapkan tiga hal, yakni pembahasan biaya penyelenggaraan ibadah haji dengan DPR, persiapan haji di dalam negeri, dan pelayanan jemaah haji selama di Arab Saudi.

Penambahan kuota jemaah haji asal Indonesia membuat Kementerian Agama lebih serius melaksanakan persiapan, agar indeks kepuasan terhadap pelayanan haji terus meningkat.

Editor: Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkini Lainnya

Berita Populer