Libur Tahun Baru dan Imlek Dongkrak Inflasi Kota Pontianak

Oleh: Yanuarius Viodeogo 01 Februari 2017 | 17:06 WIB
Tugu Khatulistiwa di Pontianak/indonesiatravel

PONTIANAK – Libur tahun baru, hari raya Imlek dan libur sekolah mengerek inflasi Kota Pontianak pada Januari 2017 yang mencapai 1,82%. 

Kepala Badan Pusat Statistik Kalbar Pitono mengatakan, selain itu biaya perpanjangan Surat Tanda Kenaikan Nomor Kendaraan (STNK) juga memiliki andil mendorong terjadi inflasi lebih tinggi dari bulan sebelumnya sebesar 0,93%. 

“Penyebabnya, banyak permintaan dan pengeluaran pembelian barang untuk kebutuhan hari raya. Sementara untuk STNK karena kebijakan adanya kenaikan biaya perpanjangan STNK,” ujar Pitono kepada Bisnis, Selasa (1/2). 

Adapun adanya kenaikan indeks pada kelompok bahan makanan sebesar 2,76%, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,76%, perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 1,67%. 

Selanjutnya, kelompok kesehatan sebesar 0,98%, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,01% dan kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 3,64%. Sementara yang mengalami penurunan indeks adalah kelompok sandang sebesar 0,57%. 

“Komoditas yang mengalami kenaikan harga pada Januari 2017 seperti tarif listrik, tarif pulsa ponsel, udang basah, biaya perpanjangan STNK, cabai rawit, angkutan udara, ikan gembung, wortel, telur ayam ras dan ayam goreng,” ujarnya.

Untuk komoditas yang mengalmi penurunan harga yakni, apel, emas perhiasan, bayam, bawang merah, kangkung, kain horden, tomat sayur, cabai merah keriting, ikan ambu-ambu, dan pembalut wanita. 

Editor: Nur El Fathi

Berita Terkini Lainnya