NTB Alami Pertumbuhan Kredit Terbesar

Oleh: Eka Chandra Septarini 06 Februari 2017 | 18:39 WIB
Otoritas Jasa Keuangan Nusa Tenggara Barat menilai pada 2016, NTB mengalami pertumbuhan kredit terbesar dalam kurun waktu lima tahun terakhir./Bisnis

Bisnis.com, MATARAM -- Otoritas Jasa Keuangan Nusa Tenggara Barat menilai pada 2016, NTB mengalami pertumbuhan kredit terbesar dalam kurun waktu lima tahun terakhir.

Kepala OJK NTB Yusri mengatakan pertumbuhan kredit juga sudah mulai beralih dari yang sebelumnya didominasi kredit konsumtif menjadi didominasi oleh kredit produktif.

"Kredit per data November 2016 tumbuh sebesa 31,67%, ini secara year to date. Ini merupakan pertumbuhan kredit terbesar dalam lima tahun terakhir," ujar Yusri saat ditemui di kantornya, Senin (6/2/2017).

Yusri menambahkan berdasarkan data OJK, penyaluran kredit di sektor produktif sudah mencapai 52,15% dan penyaluran kredit konsumsi sebesar 47,15%. Secara nominal, total kredit yang disalurkan hingga November 2016 tercatat sebesar Rp32,977 triliun dimana ada kenaikan dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp25,46 triliun.

Di sektor produktif, penyaluran pada bidang perdagangan masih mendominasi sebesar 23%, yang diikuti bidang pertambangan dan penggalian sebesar 15%. Sementara itu, sektor pertanian hanya tercatat sebesar 2,10%.

Yusri menekankan, upaya peningkatan penyaluran kredit di wilayah NTB juga terus diikuti dengan upaya perbaikan kualitas kredit. Hal tersebut tercermin dari turunnya rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) dari 2,23% pada 2015 menjadi 1,92% pada 2016.

Perekonomian Nusa Tenggara Barat selama 2016 mengalami pertumbuhan sebesar 5,82% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Sedangkan tanpa pertambangan bijih logam, perekonomian Nusa Tenggara Barat tumbuh sebesar 5,71%.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik NTB, pertumbuhan terjadi pada seluruh lapangan usaha dimana kategori jasa keuangan mengalami laju pertumbuhan tertinggi yaitu sebesar 12,32%. Angka tersebut diikuti oleh kategori pengadaan listrik dan gas sebesar 11,25%, serta kategori penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 10,44%.

Selain itu, data BPS juga menyebut posisi kredit perbankan pada akhir triwulan IV/2016 meningkat jika dibandingkan dengan akhir triwulan III/2016 sebesar 19,52%. Untuk kredit modal kerja meningkat sebesar 8,81%, kredit investasi sebesar 127,60%, dan kredit konsumsi mengalami peningkatan paling rendah di angka 3,52%.

Editor: Martin Sihombing

Berita Terkini Lainnya