Pontianak Ingin Pariwisata Jadi Penggerak Utama Ekonomi

Oleh: Yanuarius Viodeogo 09 Februari 2017 | 14:31 WIB
Salah satu pusat kuliner di Taman Alun-Alun Kapuas, Pontianak./Foto wisata

Bisnis.com, PONTIANAK-–Pemerintah Kota Pontianak ingin industri pariwisata menjadi motor penggerak utama ekonomi ibu kota Kalimantan Barat di masa mendatang karena dinilai mampu berdampak positif bagi semua lapisan masyarakat.

Wali Kota Pontianak Sutarmidji mengatakan selama 4 tahun berturut-turut peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) ditopang oleh sektor pariwisata yang semakin menggeliat.

Data Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kota Pontianak 2016 menyatakan PAD sektor pariwisata pada 2012 senilai Rp44,34 miliar, kemudian meningkat lagi sebanyak Rp54,55 miliar pada 2013, dan terus bertambah sepanjang 2 tahun berikutnya yakni pada 2014 dan 2015 masing-masing Rp61,08 miliar dan Rp78,32 miliar.

“Saat saya pertama kali menjadi wali kota, realisasi penerimaan pajak dari pariwisata hanya Rp17,92 miliar dan terus menunjukkan grafik peningkatan. Saya mulai terlebih dahulu membenahi tata kelola pemerintahan jadi sejumlah daerah mau belajar pemerintahan di sini [Pontianak],” kata Sutarmidji, pada diskusi FGD Pariwisata di Pontianak, baru-baru ini.

Menurutnya, pertumbuhan sektor pariwisata di Pontianak bisa dilihat dari capaian kunjungan wisatawan. Data 2016 dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pontianak (Disbudpar) menyebutkan kunjungan wisman mencapai 753.119 orang, terdiri dari 712.098 pelancong nusantara dan 41.021 dari luar negeri.

Pada 2013, sebesar 814.480 orang antara lain sebanyak 788.888 dari dalam negeri dan 25.592 dari luar negeri. Pada 2014 meningkat lagi sebanyak 957.025 orang, terdiri dari 932.070 pelancong dalam negeri dan 24.955 dari mancanegara, dan pada 2015, sedikit turun sebanyak 921.172 orang, terdiri dari 878.712 wisatawan dalam negeri dan 42.460 dari mancanegara.

Sutarmidji mengakui, masih banyak potensi wisata yang belum diangkat secara optimal, padahal jika dikelola dengan baik, sektor tersebut diyakini memiliki daya serap tenaga kerja yang besar.

Menurutnya, Kota Pontianak masih mengandalkan destinasi Tugu Khatulistiwa untuk menarik pengunjung, dan ikon kota tersebut dinilai memiliki citra yang kuat sebagai simbol kota khatulistiwa dan dampaknya bisa berimbas terhadap perkembangan wisata seperti kuliner, taman alun Kapuas, cenderamata, atraksi budaya dan religi.  

"Kunjungan tertinggi ke Tugu Khatulistiwa pernah terjadi pada 2014 yang mencapai 89.210. Sempat mengalami penurunan pada 2015, sebesar 86.268 orang. Adapun, pada 2012 dan 2013 kunjungan stabil masing-masing sebesar 80.718 dan 80.229 orang."

Ketua Asosiasi Tour dan Travel (Asita) Kalbar Nugroho Henray Ekasaputra mengatakan ada sejumlah tantangan yang mesti dijawab Pemkot Pontianak supaya pengunjung dalam dan luar negeri lebih banyak berkunjung dan betah.   

“Kalau Pontianak ingin menyapa dunia, pertama, harus tersedianya paket-paket wisata supaya banyak destinasi yang dikunjungi oleh wisatawan. Kedua, menyediakan tour guide lokal yang fokus di setiap destinasi wisata,” ujarnya.

Pihaknya berharap dari paket wisata itu, Pemkot Pontianak bisa membidik wisman negara-negara Asia Tenggara lebih ramai lagi, seperti wisman asal Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam, Thailand, Vietnam, Timor Leste dan lainnya.

“Target pada masa mendatang sudah jelas yakni menyasar wisatawan regional karena sekarang ada penerbangan langsung dari Pontianak ke Kuching Malaysia, jadi kita perlu membuat lebih banyak lagi kalender kegiatan,” tuturnya.  

Editor: Fajar Sidik

Berita Terkini Lainnya