Singkawang Butuh Penerbangan Langsung Untuk Jemput Wisatawan

Oleh: Yanuarius Viodeogo 20 Februari 2017 | 17:49 WIB
Ilustrasi/JIBI-Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, PONTIANAK-–Pemerintah Kota Singkawang memastikan pada 2017 ini akan dimulai groundbreaking pembangunan landas pacu pesawat terbang setelah pemkot mengantongi semua izin dan pembebasan lahan sebagai syarat memiliki lintasan transportasi udara.

Sekda Singkawang Syech Bandar mengatakan, apabila Singkawang memiliki bandar udara, diyakini akan mampu mendongkrak kunjungan wisatawan dalam dan luar negeri karena bisa menjemput para turis ke kota berjuluk Seribu Kelenteng tersebut.  

“Semua izin sudah selesai, pembebasan lahan sudah selesai jadi tinggal land clearing atau pembersihan lahan baru setelah itu pengerjaannya (groundbreaking). Semoga nanti pak Presiden RI bisa melihat pengerjaan bandara setelah meresmikan Pintu Lintas Batas di Aruk-Sambas dalam waktu dekat ini,” kata Syech kepada Bisnis di Pontianak, Senin (20/2).

Dia menyebutkan, ada 100 Hektare (Ha) lahan yang sudah dibebaskan oleh Pemkot Singkawang sebagai permintaan dari Kementerian Perhubungan untuk membangun bandar udara yang berlokasi di Desa Pamilang, Kecamatan Singkawang Selatan.  

Dia mengatakan, Singkawang sangat membutuhkan transportasi udara kendati nantinya bandara yang akan dibangun itu untuk tipe landasan pesawat ATR 72. Pasalnya, menurutnya, hampir 50% warga Singkawang dan sekitarnya memiliki perjalanan keluar Kalbar melalui pintu bandara Supadio Pontianak.

Syech mengutarakan, Singkawang menjadi jalur strategis di wilayah Kalbar utara karena berada di tengah-tengah kabupaten Sambas dan Bengkayang atau disingkat Singbebas.
 
Waktu tempuh dari Sambas ke Singkawang mencapai 80 Kilometer (Km), adapun Bengkayang-Singkawang memiliki jarak lebih sedikit pendek dari Sambas yakni sepanjang 70 Km. Sementara jarak tempuh Singkawang-Pontianak sepanjang 145 Km atau memakan waktu 4 jam perjalanan dengan kendaraan roda 4 atau lebih.  

Syech mengutarakan, Singkawang membutuhkan transportasi udara juga karena untuk memperpendek koneksi penerbangan dari Singkawang ke negara tujuan target turis mancanegara seperti Taiwan, Singapura, Malaysia dan China. Untuk menuju Singkawang, kata dia, penumpang harus mendarat dan singgah terlebih dahulu di Bandara Supadio Kota Pontianak.

“Ke depan, kalau bisa penerbangan langsung ke negara-negara tujuan, jadi jenis pesawat boeing bisa masuk ke landasan ini. Ini tergantung komitmen pemerintah pusat yang ingin mendorong pariwisata ke Indonesia termasuk Singkawang,” tuturnya.

Pemkot Singkawang, menurutnya, sangat menyadari kota ini memiliki event-event budaya yang bisa menarik wisatawan dalam jumlah yang besar seperti pagelaran Cap Go Meh hingga lokasi wisata seperti alam seperti pantai dan wisata bahari.

Wakil Gubernur Kalbar Christiandy Sandjaya mengatakan, dalam setahun Singkawang dikunjungi rerata 10.000-an penduduk asli Singkawang yang menikah dengan warga Taiwan atau negara lain. Mereka mengunjungi Singkawang untuk melihat keluarga atau melihat aktraksi budaya Cap Go Meh dan sembahyang kubur di Singkawang.

“Dari catatan saya, ada 30.000-35.000 penduduk Singkawang yang menikah dengan warga Taiwan, dan dalam laporan ke saya, ada sekitar sedikitnya 10% yang melihat Singkawang,” ucapnya.

Selain itu, Singkawang juga baru-baru ini dikunjungi sebanyak 26 duta besar dari negara-negara sahabat yang ingin menyaksikan Cap Go Meh. Dengan jumlah sebanyak itu, menurutnya, Singkawang terus berbenah di aspek wisata untuk menggenjot minat wisman lebih banyak lagi datang ke kota itu.

“Kami ingin pemerintah pusat benar-benar mau membangun singkawang. Misalnya Singkawang perlu bandara, tetapi dana dari APBD Provinsi dan Kabupaten tidak cukup jadi perlu dukungan dari APBN atau investor swasta,” ucapnya.

Editor: Fajar Sidik

Berita Terkini Lainnya

Berita Populer