Penerbangan : Kemenhub Incar Porsi 30% Penumpang Internasional

Oleh: Ringkang Gumiwang 20 Februari 2017 | 18:05 WIB
Penerbangan : Kemenhub Incar Porsi 30% Penumpang Internasional
Sejumlah warga negara asing menunggu informasi keberangkatan penerbangan di Bali/Antara-Nyoman Budhiana

Bisnis.com, JAKARTA--Kementerian Perhubungan meminta operator bandara untuk mendorong lebih banyak rute penerbangan internasional guna mengejar target porsi penumpang internasional sebesar 30% pada 2019.

Sepanjang 2016, total jumlah pengguna jasa angkutan udara di Indonesia mencapai 112 juta penumpang. Dari jumlah tersebut, sekitar 20% atau sebanyak 23 juta penumpang disumbang dari penerbangan internasional.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan rendahnya porsi jumlah penumpang internasional tersebut menunjukkan bahwa Indonesia sebenarnya belum cukup menarik untuk menjadi negara yang ramah terhadap turis asing.

"Dari komposisi 20% ini juga lebih banyak diwakili dari dua bandara saja, yakni Jakarta [Bandara Soekarno-Hatta] dan Bali [Bandara Ngurah Rai]. Oleh karena itu, tugas kita untuk menaikkan itu sangat banyak," katanya di Jakarta, Senin (20/02).

Budi mengungkapkan pemerintah sebenarnya telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan porsi penumpang internasional antara lain membangun bandara baru, meningkatkan kapasitas bandara, dan menambah jumlah bandara berstatus internasional.

Bahkan, PT Angkasa Pura I dan PT Angkasa Pura II juga memberikan diskon terhadap tarif Passanger Service Charge (PSC) dan membebaskan biaya mendarat (landing fee) dalam kurun waktu tertentu guna menarik minat maskapai untuk membuka rute internasional.

"Untuk insentif memang perlu ada evaluasi karena ternyata masih kurang dalam mendorong pembukaan rute baru. Bisa saja ini karena penawaran destinasinya kurang menarik atau paket yang ditawarkan oleh maskapai dan agen yang kurang," ujarnya.

Sejalan dengan itu, Budi juga meminta kepada Direktorat Perhubungan Udara dan operator bandara untuk mengalokasikan waktu alokasi terbang (slot time) lebih banyak untuk rute internasional, khususnya di Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Ngurah Rai.

Menurutnya, alokasi slot untuk rute internasional perlu diperbanyak mengingat kapasitas slot time, khususnya di Soekarno-Hatta cukup terbatas. Untuk diketahui, kapasitas pergerakan Soekarno-Hatta saat ini baru sebanyak 72 pergerakan per jam.

"Oleh karena itu, Angkasa Pura I dan Angkasa Pura II harus melakukan suatu reformasi terkait ruang slot yang ada dengan mengurangi slot-slot yang kurang penting, dan memberikan ruang bagi slot internasional untuk masuk," ujarnya.

Tak hanya operator bandara, Budi juga berharap pemerintah daerah untuk juga berperan aktif dalam melakukan promosi ke luar negeri. Dengan peran pemerintah daerah, dia optimistis jumlah kunjungan turis asing akan lebih banyak ke depannya.

Di tempat yang sama, Menteri Pariwisata Arief Yahya menuturkan saat ini pemerintah telah menetapkan 10 destinasi baru guna meningkatkan kunjungan turis asing. Sejalan dengan itu, dia meminta agar bandara di 10 destinasi tersebut dapat berstatus internasional.

"Kapasitas setiap bandaranya pun perlu juga untuk dioptimalkan, dan ditingkatkan. Sulit bagi Candi Borobudur untuk menyaingi Angkor Wat (Kamboja) apabila kapasitas bandara di Yogyakarta itu tidak bisa ditambah lagi," tuturnya.

 

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya