Program Magang, Pemerintah Incar 20.000 Pencaker Kaltim

Oleh: Nadya Kurnia 13 Maret 2017 | 15:31 WIB
Pencari kerja mengunjungi stan lowongan pekerjaan saat Job Fair Keluarga Allah dan Hartono Mall di Hartono Lifestyle Mall, Solo Baru, Sukoharjo, belum lama ini./JIBI - M.Ferri Setiawan

Bisnis.com, BALIKPAPAN - Pemerintah menargetkan kompetensi 20.000 pencari kerja di Kaltim dapat meningkat dengan adanya program pemagangan dalam negeri.

Diberitakan sebelumnya, Kementerian Tenaga Kerja mencanangkan program pemagangan dalam negeri yang diselenggarakan di beberapa daerah.

Kalimantan Timur termasuk salah satunya. Provinsi tersebut ditargetkan untuk dapat menggaet 1.000-1.500 perusahaan untuk ikut berpartipasi membuka lowongan magang.

Program pemagangan untuk Kaltim akan dipusatkan di Kota Balikpapan. Kabarnya, Presiden Joko Widodo akan hadir untuk membuka pelaksanaan program tersebut.

"Sesuai dengan peraturan pemerintah, perusahaan wajib membuka pemagangan dengan komposisi maksimal 30% dari total pegawainya," jelas Plt Kasubdit Perizinan dan Advokasi Kemenaker Ade Syaekudin, Senin (13/3/2017).

Dia mengatakan pihaknya mengapresiasi upaya Pemkot Balikpapan untuk menekan angka pengangguran di kotanya dengan menggelar pemagangan secara rutin.

Ade berharap perusahaan di kota dan kabupaten lain ikut aktif membuka pemagangan dalam program ini. Kementerian menargetkan setidaknya harus ada 1.000 perusahaan di Kaltim yang terlibat.

Menurutnya, program pemagangan dapat menjembatani kebutuhan para pencari kerja untuk meningkatkan daya saingnya dengan dunia industri. Seusai magang, pencaker dapat langsung direkrut untuk menjadi karyawan tetap,

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Balikpapan Tirta Dewi mengatakan berdasarkan data yang telah didapat, terdapat 150 perusahaan di kota minyak yang terlibat dalam pemagangan dalam negeri.

"Persiapan lain yang harus dilakukan adalah pemetaan sektor-sektor yang nanti akan dilaporkan ke kementerian. Balikpapan dalam program ini adalah tuan rumah, jadi diharapkan pelaksanaannya bisa sukses."

 

 

Editor: Yoseph Pencawan

Berita Terkini Lainnya