Kalbar Sedot Pelancong Malaysia Lewat Wisata Religi

Oleh: Yanuarius Viodeogo 16 Maret 2017 | 17:40 WIB
Ilustrasi/JIBI

Bisnis.com, PONTIANAK – Pemprov Kalimantan Barat bakal terus memunculkan obyek-obyek wisata religi dan budaya baru, menyusul semakin seringnya pelancong dari negara tetangga Malaysia yang melancong ke provinsi tersebut.

Kabid Pemasaran Pariwisata, Sarana dan Prasarana Dinas Pariwisata Kalbar Theresia Widiastuti mengatakan, Malaysia melalui Sarawak Tourism Board minta kesiapan Kalbar menyusun agenda paket wisata karena mereka bakal mendatangkan minimal 500 orang pe minggu ke Pontianak, mulai tahun ini.

“Belum lama ini saya ikut rapat di Bogor, di sana Sarawak Tourism Board minta kita me-arrange (menyusun) agenda-agenda wisata bersama mitra agen travel dan pelaku usaha lainnya yang akan mendampingi wisatawan mereka ke Pontianak,” kata Theresia, Kamis (16/3).

Dia menyebutkan, kini ada trend peningkatan jumlah wisatawan dari Serawak Malaysia yang tertarik ke Bumi Khatulistiwa untuk melihat Katedral Pontianak. “Ada 500 orang akhir bulan lalu dari Kuching sengaja ingin melihat Katedral Pontianak.”  

Theresia mengatakan, pelancong dari Malaysia merupakan target paling realistis untuk digaet dalam jumlah banyak seiring dengan telah diresmikannya 3 Pintu Lintas Batas Negara (PLBN) oelh Presiden Joko Widodo. Ketiga PLBN itu berada di Entikong Sanggau, Aruk Sambas dan Badau Kapuas Hulu.

“Dengan dibukanya 3 PLBN itu, wisatawan bisa masuk ke Kalbar tidak satu pintu saja. Mari kita, bersama-sama mengembangkan potensi wisata di perbatasan untuk menarik wisatawan dari Malaysia,” ucapnya.

Kepala Bank Indonesia Perwakilan Kalbar Dwi Suslamanto mengatakan, ada sejumlah pekerjaan rumah yang harus dibenahi Kalbar pada masa mendatang supaya pariwisata bisa menggerakkan ekonomi daerah.

Pertama, kata dia, pusat oleh-oleh atau cenderamata untuk pelancong masih sedikit di sekitar lokasi wisata. “Warga bisa bikin gantungan kunci, kaos, dan cenderamata lainnya. Jadi ada yang mereka bawa pulang,” ucapnya.

Kedua, lanjut Dwi, pemerintah belum mendukung pariwisata Kalbar dari ketersediaan telekomunikasi. Menurutnya, trend berwisata sekarang berfoto di lokasi yang dikunjungi warga dan langsung dipublikasi ke media sosial seperti instagram, twitter, facebook dan path.

“Berikutnya, kami bersama komunitas pariwisata lainnya, yaitu komunitas mangrove di Mempawah membuat wisata alam. Bulan lalu jumlah wisatawan bisa mencapai 20.000 orang, angka yang fantastis,” tuturnya.

Dengan destinasi manggrove, kata Dwi, sebagai alternatif kunjungan wisatawan sebelum menuju Singkawang. Bahkan, menurutnya, ada kejenuhan pengunjung ke Kota Singkawang sehingga perlu kehadiran wisata alam sebelum orang tiba di Singkawang.

Editor: Fajar Sidik

Berita Terkini Lainnya

Berita Populer