Menkominfo ke Samarinda, Jurnalis Kaltim Deklarasi Antihoax

Oleh: Muhamad Yamin 21 April 2017 | 16:00 WIB
Hoax/Istimewa

Bisnis.com, SAMARINDA--Deklarasi Gerakan Antihoax Jurnalis Kalimantan Timur tinggal menghitung hari. Tepatnya Sabtu 22 April 2017 mendatang di Plenary Convention Hall, Sempaja, Samarinda. Setelah melakukan roadshow ke pelbagai tempat, kini organisasi sosial yang diisi para jurnalis Benua Etam itu akan mengukuhkan kepengurusannya secara resmi.

Ketua Gerakan Antihoax Kaltim Charles Siahaan mengatakan, pelbagai persiapan menuju deklarasi sudah rampung 100 persen. Sejumlah media cetak dan elektronik lokal dan nasional, juga dipastikan akan ikut ambil bagian dalam deklarasi ini.

"Ini wujud komitmen bersama para jurnalis dan pemerintah dalam memerangi hoax," kata Charles dalam pers rilisnya, Kamis 20 April 2017.

Charles menyatakan, deklarasi ini mengundang secara resmi Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak beserta Forkum Komunikasi Perangkat Daerah tingkat Kaltim dan kabupaten/kota, pengurus partai politik, organisasi kemasyarakatan, mahasiswa, para siswa dan guru, ketua rukun tetangga, hingga para penggiat media sosial dan netizen. Menariknya, dalam deklarasi itu, Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara juga direncanakan akan hadir.

"Mengapa gerakan ini perlu dideklarasikan? Karena tahun depan hingga 2019 merupakan tahun politik. Di Kaltim ada pemilihan gubernur dan pemilihan legislatif, sementara di tingkat nasional akan ada pemilihan presiden," ujarnya.

"Di momentum penting itu, gerakan ini harus hadir sebagai garda terdepan untuk mengingatkan semua pihak bahwa informasi dan berita hoax akan selalu hadir di tahun politik," jelas Charles.

Selain itu, Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia Kaltim Suriyatman menegaskan, gerakan ini akan mengambil peran penting dalam tahun politik di Kaltim dan nasional.

Sebab, menurut survei Masyarakat Telematika Indonesia, jenis hoax yang sering diterima masyarakat adalah sosial-politik-pilkada dengan presentase 91.80 persen.

Diperingkat kedua, isu sara sebesar 88.60 persen. Jenis hoax lainnya terkait dengan kesehatan, makanan dan minuman, penipuan keuangan, dan sebagainya.

"Intinya, gerakan ini terbentukdari rasa kepedulian para jurnalis di Kaltim akan maraknya informasi dan berita bohong," jelas Suriyatman.

Untuk diketahui, dalam deklarasi nanti, pelbagai rangkaian acara akan disiapkan. Selain pengukuhan pengurus, Gerakan Antihoax Jurnalis Kaltim juga siap memecahkan rekor dengan pembubuhan 1000 tandatangan oleh 1000 tokoh antihoax Kaltim.

Sebagai penunjang sosialisasi gerakan ini, nantinya juga akan didukung dengan siaran langsung sejumlah radio lokal yang juga akan diisi dengan talkshow di sejumlah televisi lokal.

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya