EFISIENSI ENERGI: Anggaran Gas Rumah Tangga Ditambah

Oleh: Duwi Setiya Ariyanti 08 Mei 2017 | 02:02 WIB
Ilustrasi/jibiphoto

SURABAYA — Pemerintah akan menambah dana pembangunan jaringan gas pipa untuk rumah tangga sekitar Rp190 miliar pada tahun ini.

Melalui penambahan anggaran dari APBN 2017 itu, akan ada tambahan 19.000 sambungan jaringan rumah tangga dengan asumsi biaya penyambungan Rp10 juta per rumah tangga.

Sementara itu, pemerintah telah mengalokasikan anggaran dari APBN untuk membangun 59.000 sambungan rumah tangga pada tahun ini yang tersebar di 16 provinsi.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan menjanjikan tambahan sambungan jaringan gas untuk rumah tangga melalui dana APBN pada 2017.

"Dana jaringan gas akan diambil dari alokasi pembangunan tangki timbun sekitar Rp190 miliar," kata Jonan saat peresmian jaringan gas rumah tangga di Rumah Susun Penjaringan Sari, Rungkut, Surabaya, Minggu (7/5).

Hadir dalam peresmian itu antara lain Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Wakil Ketua Komisi VII Syaikhul Islam Ali, Dirjen Migas Kementerian ESDM I Gusti Nyoman Wiratmaja Puja, dan Dirut PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. Jobi Triananda Hasjim.

Wali Kota Surabaya Rismaharini menuturkan, warga Surabaya merasakan manfaat setelah memakai gas yakni murah, praktis, ada setiap saat, bersih, dan aman.

Jonan meresmikan jaringan gas untuk 24.000 unit sambungan rumah tangga di Kota Surabaya dengan biaya APBN 2016 senilai Rp221,9 miliar.

Pasokan gas untuk kebutuhan rumah tangga di Surabaya itu berasal dari PT Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore 0,6 juta kaki kubik per hari (MMscfd).

Total pipa yang dibangun untuk mengalirkan gas bumi ke 24.000 rumah tangga di Surabaya mencapai lebih dari 196 kilometer.

Penyambungan 24.000 rumah tangga di Surabaya itu merupakan bagian dari 186.000 sambungan jaringan gas untuk rumah tangga di 14 provinsi selama periode 2009—2016 yang dibangun melalui dana APBN.

Pembangunan tersebut melalui penugasan kepada dua BUMN, yaitu PGN dan PT Pertamina Gas.

Pemerintah membangun 89.000 sambungan rumah tangga di enam kota pada 2016, yang 24.000 di antaranya di Surabaya.

"Pemanfaatan gas ini menghemat pengeluaran biaya satu rumah tangga sekitar Rp20.000 per bulan," kata Jonan.

Menurutnya, penyambungan gas untuk rumah tangga tersebut sesuai arahan Presiden Joko Widodo yang meminta pembangunan ditujukan pada pemerataan bagi warga kurang mampu.

Dirjen Migas Wiratmaja Puja menambahkan, pemerintah sudah membangun 186.000 sambungan jarigan gas untuk rumah tangga di 14 provinsi selama periode 2009—2016.

Selain penghematan bagi pengguna, menurut dia, pemanfatan gas rumah tangga juga mengurangi impor elpiji sebesar 20.000 ton per tahun secara nasional dan khusus Surabaya sebanyak 2.600 ton per tahun. "Penghematan subsidi pemerintah sebesar Rp141 miliar per tahun," kata Wirat.

Dirut PGN Jobi Triananda Hasjim mengatakan, pemakaian gas rumah tangga selain murah juga aman, bersih, terukur, bayar belakangan, dan tagihan bisa dibayar di sejumlah tempat.

"Untuk Surabaya ini, kami bangun selama 10 bulan dari mulai engineering sampai commissioning [uji coba]," katanya. (Antara/Duwi. S. Ariyanti)

Editor: Sepudin Zuhri

Berita Terkini Lainnya