Polres Kukar Bentuk Satgas Pengendalian Pangan, Tindak Penimbun Barang

Oleh: Muhamad Yamin 10 Mei 2017 | 17:45 WIB

Bisnis.com, TENGGARONG--Polres Kutai Kartanegara (Polres Kukar) akan bentuk Tim Satuan Tugas (Satgas) Pengendalian Harga Sembako, yang bekerja sama dengan instansi terkait Pemerintah Kukar.

Tim Satgas ini dibentuk untuk mengawasi harga kebutuhan pokok selama Ramadan hingga Lebaran 2017 mendatang.

“Teknis kerja tim satgas adalah setiap harinya mengawasi harga kebutuhan pangan apakah terjadi gejolak harga tinggi, barang langka, dan lainnya,”kata Kapolres Kukar AKBP Fadillah Zulkarnaen melalui Waka Polres Kukar Kompol Andre Anas.

Kebiasaan penimbunan bahan pokok komoditi ini biasanya sebagai alasan para pedagang untuk menaikan harga secara sepihak kepada pembeli.

"Setiap minggunya kita kepolisian telah melakukan pengecekan disetiap-tiap toko maupun pasar untuk memonitor harga, apabila ada kenaikan sekecil apapun kita tahu dan akan mengembil tindakan," katanya.

Namun hal ini masih menunggu keputusan dari Pemerintah Kabupaten Kukar untuk segera dapat mengeluarkan SK dari Bupati, sehingga dapat diberikan tindakan hukum kepada pedagang atau agen yang permainan harga selama Ramadhan hingga Lebaran.

"Kita masih menunggu Pemerintah Kabupaten Kukar untuk mengeluarkan Surat Keputusan (SK) dari Bupati sehingga nanti kita bersama-sama dapat langsung melakukan pergerakan seperti Sosialisasi, Sidak pasar terkait kenaikan harga, dan Penindakan hukum kepada oknum yang melakukan peninbunan serta permainan harga,"kata Waka Polres.

Selain itu pengecekan terhadap makanan dan bahan lain akan dilakukan untuk mencegah bahan berbaya seperti formalin.

"Setelah terbentuk nanti kita bersama-sama akan melakukan sidak terhadap kandungan makanan dan bahan yang ada dipasar untuk mencegah adanya penggunaan formalin dan bahan berbaya lainnya dengan didampingi Badan POM dan Dinas Kesehatan," katanya.

Andre Anas tak memungkiri selama Ramadan hingga Lebaran tingkat konsumsi belanja masyarakat mengalami kenaikan. Namun, dia tetap mengimbau masyarakat bisa mengendalikannya.

“Jangan menuruti emosi untuk konsumsi berlebih. Ini sangat penting,” imbuhnya.

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya