Kaltim Genjot Program Sapi Indukan Wajib Bunting

Oleh: Nadya Kurnia 16 Mei 2017 | 22:55 WIB
Ilustrasi sapi/Antara-Ahmad Subaidi

Bisnis.com, BALIKPAPAN - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kalimantan Timur memacu pertumbuhan populasi sapi melalui program Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus Siwab).

Program ini bertujuan mewujudkan target populasi sebanyak 2 juta ekor di provinsi tersebut. Menurut Kepala Disnakkeswan Kaltim Dadang Sudarya, program Siwab lebih mengarah pada optimalisasi pengelolaan sapi-sapi bibit betina produktif.

Salah satu program Upsus Siwab yang berjalan sukses adalah sapi Brahman Cross impor Australia sebanyak 1.926 ekor yang saat ini sudah bertambah menjadi 2.624 ekor.

"Upaya kita untuk mencapai dua juta sapi telah dikembangkan program nasional Upsus Siwab. Terutama sapi bibit betina produktif melalui inseminasi buatan," katanya, Selasa (16/5/2017).

Program Siwab akan dilakukan terhadap seluruh sapi betina produktif di seluruh Kaltim agar bunting. Dengan begitu, angka kelahiran dan produktivitas sapi betina di Kaltim juga akan meningkat.

Adapun benih untuk inseminasi buatan atau kawin buatan akan digunakan sperma yang diambil dari pejantan unggul sehingga keturunannya semakin besar dengan tingkat produktivitas daging sangat tinggi.

Pola pemeliharaan pun, lanjutnya, dilakukan dengan berbagai cara selain di lahan-lahan kelompok tani ternak di antaranya pola pemeliharaan integrasi sapi di lahan perkebunan kelapa sawit ataupun penggembalaan di lahan-lahan eks-tambang batu bara.

"Kita terus upayakan Upsus Siwab pada 2017 hingga 2018 digalakkan, sehingga pertambahan dan pertumbuhan sapi Kaltim terus meningkat," ungkap Dadang.

Editor: M. Syahran W. Lubis

Berita Terkini Lainnya

Berita Populer