KELANGKAAN GAS : Hiswana Bandung Awasi Pasokan LPG

Oleh: Hedi Ardia 23 Mei 2017 | 02:00 WIB
Warga membeli tabung elpiji 3 kilogram di Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (15/3)./Antara-Basri Marzuki

BANDUNG – Himpunan Wiraswasta nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Bandung—Sumedang membentuk tim khusus bersama pemerintah daerah dan Kepolisian untuk menyisir wilayah yang mengalami kelangkaan liquefied petroleum gas (LPG).

Opik Taufik, Ketua Badan Pengurus Cabang Hiswana Migas Bandung-Sumedang, mengatakan tim khusus yang dibentuk bersama pemerintah daerah dan Kepolisian akan mengantisipasi kelangkaan LPG akibat lonjakan konsumsi. Tim itu juga akan memberikan sanksi kepada agen dan pangkalan yang terbukti melakukan penimbunan.

“Biasanya penimbunan terjadi di warung atau eceran yang tidak terdaftar. Mereka yang berteriak langka, biasanya karena ada juga yang ingin berjualan tapi susah,” katanya kepada wartawan, disela-sela acara peresmian SPBU Pertamina Pasti Pas di Bandung, Senin (22/5).

Opik menuturkan pihaknya akan bergerak untuk memastikan kelangkaan yang terjadi di suatu daerah. Hiswana akan melakukan pengecekan untuk mengetahui apakah pasokan dari agen dan SPBE berjalan lancar.

Menurutnya, Hiswana Migas akan memberikan skorsing kepada pihak pangkalan yang terbukti melakukan penimbunan LPG. Apabila penimbunan dilakukan oleh warung, maka pemerintah daerah akan yang akan memberikan sanksi, karena tidak memiliki konotrak kerja dengan agen.

“Kami menyiapkan agen yang menjadi anggota kami untuk siaga, baik untuk Lebaran dan pangkalan siaga. Kami akan tetap buka saat Lebaran, meski ada beberapa pangkalan ikut mudik,” ujarnya.

Dia menyebut dalam sebulan kebutuhan gas LPG tabung 3 kilogram di Kota Bandung, Cimahi, Bandung Barat, Kab Bandung dan Kab Sumedang mencapai 600.000 tabung. Pihaknya pun melakukan penambahan pasokan melalui pasar murah yang digelar pemerintah daerah.

Probo Prasidahayu, Senior Sales Representatif Domestik Gas Wilayah Bandung, mengatakan pihaknya memperkirakan akan terjadi lonjakan permintaan pada Ramadan dan Idulfitri. Lonjakan itu disebabkan peningkatan konsumsi untuk kepentingan industri dan rumah tangga.

“Kami pasok gas ukuran 12 kg dan 5 kg, sedangkan untuk tabung 3 kg akan dilakukan extra dropping. Dihilirnya akan disiapkan kantong SPBE apabila terjadi kemacetan,” ucapnya.

Selain itu, pihaknya juga akan membentuk satuan tugas untuk mengantisipasi kelangkaan pada Ramadan dan Idulfitri. Apalagi cuti bersama pada akhir Juni tahun ini bersamaan dengan libur sekolah hingga pertengahan Juli 2017.

“Peningkatan konsumsi biasanya juga terjadi di daerah wisata. Masyarakat ridak perlu khawatir, karena ada agen dan pangkalan yang siaga,” katanya.

Editor: Lili Sunardi

Berita Terkini Lainnya

Berita Populer