Kaltim Pilot Project Peternakan di Lahan Eks-Tambang

Oleh: Nadya Kurnia 30 Mei 2017 | 17:39 WIB
Kaltim Pilot Project Peternakan di Lahan Eks-Tambang
Ilustrasi peternakan sapi/Antara

Bisnis.com, BALIKPAPAN - Kementerian Pertanian menetapkan program pengembangan ternak di atas lahan bekas tambang secara nasional, dengan luasan 700 hektare untuk pilot project.

Dalam rilis resminya, Pemprov Kalimantan Timur menyatakan bahwa daerah itu memperoleh prioritas untuk melaksanakan pilot project dengan luasan 680 hektare, sisanya untuk Bangka Belitung.

"Di Indonesia program pasca tambang batubara terbesar di Kaltim, sehingga kita menjadi pilot project pengembangan ternak pasca tambang secara nasional," jelas Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kaltim Dadang Sudarya pada Selasa (30/5/2017).

Dadang menjelaskan kegiatan peternakan pada lahan 680 hektare itu telah berjalan sejak 2015 dan dilanjutkan sampai sekarang dengan memaksimalkan pemanfaatan lahan pasca tambang batu bara lainnya.

Disbun pun telah meninjau ke beberapa kawasan sasaran, salah satunya adalah kawasan bekas tambang PT Multi Harapan Utama yang akan dikembangkan seluas 1.200 hektare, namun pada 2017 diawali dengan luasan 108 hektare.

Selain itu, kawasan bekas tambang lainnya yang disasar adalah lahan bekas PT Kitadin seluas 800 hektare dan PT Jembayan Muara Bara serta kawasan perusahaan Desa Petangis Paser dan Kutai Barat masing-masing seluas 100 hektare.

"Kami sangat berharap pihak perusahaan yang pasca tambang bisa memberdayakan masyarakat sekitarnya untuk melakukan kegiatan peternakan, karena ini juga untuk mendukung percepatan populasi dua juta ekor sapi Kaltim," tutup Dadang.

Editor: M. Syahran W. Lubis

Berita Terkini Lainnya