Kota/kabupaten di Kalbar Diminta Punya Objek Wisata Unggulan

Oleh: Yanuarius Viodeogo 14 Juni 2017 | 18:39 WIB
Pekan Gawai Dayak di Pontianak, Kalimantan Barat, pada 20 Mei 2017./Antara-Jessica H. Wuysang

Bisnis.com, PONTIANAK - Pemerintah kabupaten dan kota di Kalimantan Barat diminta mengusulkan minimal satu destinasi wisata alam atau jenis wisata lain ke pemerintah provinsi sebagai unggulan daerah agar bisa diprioritaskan oleh Kementerian Pariwisata.

Kepala Pariwisata Kalbar Kartius mengatakan dengan adanya objek wisata unggulan bisa mendorong pemerintah pusat memberikan bantuan pembangunan sarana infrastruktur dasar dan pendukung dengan tujuan membuat betah turis mancanegara berlama-lama di lokasi wisata tersebut.

“Misalnya, kita bisa menarik 10% persen saja dari turis asing di Malaysia ke Kalbar menginap dua sampai tiga malam kan banyak yang keuntungan dengan mereka membeli kerajinan masyarakat sekitar. Satu saja kabupaten usulkan objek wisatanya, tidak perlu banyak-banyak, tetapi ditunjang sarana dasar dan pendukungnya,” ujarnya.

Kartius mengutarakan turis dari Malaysia baik asing dan masyarakat dari negara itu sendiri mempunyai potensi luar biasa tinggi agar bisa ditarik mengunjungi masuk ke Kalbar.

Dia mencontohkan pada Pekan Gawai Dayak belum ini berlangsung di Pontianak, mampu menghadirkan 451 orang dari Malaysia dan sejumlah turis dari negara-negara sahabat.

Pihaknya, saat ini menyasar Danau Sentarum di Kabupaten Kapuas Hulu dan Pulau Temajok di Kabupaten Sambas supaya tidak hanya diandalkan kabupaten masing-masing, tetapi untuk Provinsi Kalbar.

Namun, dia mengatakan ada objek wisata lain supaya pemerintah daerah menata rumah penduduk senyaman mungkin untuk para turis tinggal, sehingga bisa menikmati suasana masyarakat setempat dengan menu makanan lokal.

“Turis itu kan kalau hari ini datang, besoknya mau datang lagi karena ada rasa aman dan nyaman. Kami Pemprov sedang mengadopsi Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Yogyakarta yang memiliki pengelolaan wisata yang nyaman untuk turis-turisnya,” kata Kartius.

Editor: M. Syahran W. Lubis

Berita Terkini Lainnya