KERETA API KARGO : Jalur Lintas Kalbar Lolos Uji Kelayakan

Oleh: Yanuarius Viodeogo 14 Juni 2017 | 02:00 WIB
Sungai Kapuas di Kalimantan Barat/indonesia.travel

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kalimantan Barat Ahie mengatakan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan RI telah memastikan jadwal pembangunan jaringan kereta api di provinsi itu.

Rencananya, konstruksi jalur di Kalimantan Barat menyusul pembangunan di Provinsi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur pada 2018. “Pembangunan awal lintasannya dimulai dari Kota Pontianak menuju Kabupaten Mempawah kemudian Singkawang dan Sambas sampai ke perbatasan Malaysia."

Jalur berikutnya akan mencakup lintasan dari Kabupaten Landak, Sanggau hingga diupayakan pembangunan hingga Kapuas Hulu,” kata Ahie kepada Bisnis, Senin (12/6).

Ahie mengutarakan, Kalbar masuk dalam prioritas pemerintah pusat dalam hal pembangunan lintasan kereta api. Proyek ini diharapkan dapat menekan harga distribusi barang kebutuhan pokok, material bangunan, dan komoditas pertanian, perkebunan. Sebelumnya, Wakil Gubernur Kalbar Christiandy Sandjaya mengatakan, kabupaten-kabupaten yang dilintasi pembangunan jalur kereta api merupakan progres dari usulan dalam diskusi Pemprov Kalbar bersama Kementerian Perhubungan RI.

“Pada 2016, Kalbar mendapatkan alokasi anggaran untuk penyusunan masterplan pembangunan jalur KA lintas Pontianak hingga perbatasan. Lalu pada 2017. Kami mengusulkan penambahan jalur rel kereta api Landak, Sanggau dan Sekadau,” kata dia.

Sesuai dengan rencana, setelah kajian dan kelayakan untuk perlintasan Pontianak--Sambas pada 2016 sepanjang 268 km rampung, tahapan pembangunan akan dilanjutkan dengan pengadaan lahan tahap I, pada 2019. Kemudian pembangunan jalur kereta api Pontianak--Sanggau sepanjang 143 km dan Sanggau-Palangkaraya sepanjang 587 km.

Berdasarkan data Dinas Perhubungan pembangunan tahap pertama meliputi rute Pontianak--Sambas dengan jarak 225 km dari total 2.428 km.

Adapun perlintasan rel kereta api yang hendak dibangun itu bakal melintasi tiga kota yaitu, Pontianak--Banjarmasin--Samarinda dengan alokasi pembiayaan total mencapai Rp22,90 triliun. Dalam dokumen pembangunan jaringan kereta api melewati ketiga kota tersebut terangkum dalam kajian anggaran bidang perkeretaapian sebagai pendukung pembangunan infrastruktur di Indonesia dari Direktorat Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan pada 2015.

JALAN PERBATASAN

Dalam perkembangan lain, Pemprov Kalimantan Barat memastikan pembangunan jalan perbatasan Indonesia--Malaysia menuju Pintu Lintas Batas Negara (PLBN) Nanga Badau masih tersisa sepanjang 27 km.

Proyek jalan itu sedang dikerjakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum, dengan target selesai pada akhir 2017.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kalbar Jakius Sinyor mengatakan, sisa jalan dari Nanga Silat hingga PLBN Badau tersebut, saat ini masih dalam kondisi tanah merah, hitam, dan berbatu yang akan segera dilanjutkan ke tahap pengaspalan.

“Sudah tidak ada persoalan [pembebasan lahan]. Kondisi jalan juga siap diaspal dari total jalan sepanjang 127 km total dari Kota Putussibau [Kapuas Hulu] sampai Nanga Badau,” kata Jakius kepada Bisnis, Senin (12/6).

Jalan perbatasan tersebut, menurutnya, merupakan bagian dari target Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

Targetnya, pemerintah hendak menyelesaikan pembangunan jalan paralel semua perbatasan antar negara dan provinsi di Kalimantan Barat dan Kalimantan Utara sepanjang 1.582 km.

Sebelumnya, dia mengatakan, untuk membangun jalan paralel dari Entikong (Kabupaten Sanggau)—Aruk (Kabupaten Sambas)—Badau (Kabupaten Kapuas Hulu), pemerintah pusat mengucurkan dana hingga Rp4 triliun. Khusus Kalimantan Barat, jalan paralel itu memiliki panjang 900 km.

Baru-baru ini, Presiden Jokowi membuat vlog dengan hastag #Jkwvlog Jalan Baru Kalimantan Barat yang dipublikasikannya di Youtube.

Dalam video itu, Jokowi menujukkan perkembangan jalan yang sebagian sudah teraspal dan sedang dalam pengerjaan.

“Pengerjaan jalan di perbatasan ini diharapkan [berdampak] dalam menumbuhkan pusat perekonomian baru. Sudah 2,5 tahun jalan perbatasan di Kalimantan dikerjakan. Sisa 27 km berupa tanah, tetapi dikerjakan siang malam oleh Kementerian PU,” kata Jokowi.

Dalam vlog tersebut, ditampilkan kondisi jalan masih bertanah merah dan hitam. Sejumlah kendaraan berat seperti kendaraan ekskavator atau alat pengeruk tanah berada di tepi jalan yang disiapkan untuk memadatkan tanah-tanah tersebut sebelum diaspal.

Editor: Roni Yunianto

Berita Terkini Lainnya