Akuisisi Petra Unggul Sejahtera, Intraco Penta (INTA) Resmi Masuk Bisnis PLTU

Oleh: Lukas Hendra TM 20 Juni 2017 | 19:50 WIB
PT Intraco Penta Tbk./Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA -  PT Intraco Penta Tbk. (INTA) akhirnya resmi memiliki pembangkit listrik tenaga uap batu bara usai mengakuisisi 30% saham PT Petra Unggul Sejahtera dengan nilai Rp337,5 miliar.

Pada rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) yang dislenggarakan pada 20 April 2017, pemegang saham setuju untuk melaksanakan transaksi pembelian saham PT Petra Unggul Sejahtera (pemilik PT TJK Power) yang salah satunya melalui mekanisme right issue, maka seluruh proses transaksi telah berhasil dituntaskan di bulan Juni ini.

Petrus Halim, CEO INTA Group mengatakan perseroan senang sekali karena milestone penting dalam perjalanan INTA untuk memperkuat portofolio usaha di bidang ketenagalistrikan bertambah dengan PLTU di Batam yang telah beroperasi dan akan menghasilkan tambahan pendapatan lain-lain bagi INTA pada tahun ini.

“Jadi selain PLTU 2x115MW yang sedang dibangun di Bengkulu, bulan Juni ini kami sudah memiliki dua portofolio kelistrikan selain bisnis lain INTA yang sudah berjalan baik di bidang alat berat/konstruksi, jasa pertambangan, fabrikasi engineering infrastruktur serta jasa pembiayaan,” katanya dalam keterangan resminya, Selasa (20/6/2017) malam.

Dia menambahkan dengan tuntasnya right issue ini, perseroan turut bangga bahwa kepercayaan pemegang saham dan investor terbukti sangat tinggi dimana right issue tersebut oversubscribed sekitar 2,1 kali sehingga kini kapitalisasi pasar INTA juga telah meningkat tajam”.

“Kami sangat berterima kasih atas dukungan semua pihak termasuk dari para pelanggan, mitra usaha, pemegang saham serta instansi-instansi terkait dari pemerintah lokal hingga pusat, semoga niat kami untuk menjadi perusahaan yang membangun ekonomi setempat bisa terus membuahkan hasil positif bagi kebaikan dan manfaat bersama,” ujarnya.

Adapun, saham PT Petra Unggul Sejahtera (PUS) yang diakuisisi INTA adalah sebesar 30% dengan nilai sekitar Rp337,5 miliar. PUS adalah pemegang saham PT TJK Power yang merupakan perusahaan penyedia tenaga listrik swasta berbahan bakar batubara berkapasitas 2x65MW di Batam.

TJK Power telah dan akan memasok listrik bagi PLN Batam selama 30 tahun sejak beroperasi secara komersial pada 2012. Sementara, saham TJK sebesar 10% juga dimiliki oleh PLN Batam selaku off-taker (pembeli) energi listrik yang dihasilkan PLTU TJK Batam.

Editor: Riendy Astria

Berita Terkini Lainnya

Berita Populer