Kebakaran Hutan: Luas Areal Terbakar Menurun

Oleh: Anggara Pernando 22 Juni 2017 | 16:04 WIB
Simulasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Siak, Riau./Antara-Rony Muharrman

Kabar24.com, JAKARTA — Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat luas lahan yang terbakar mencapai 15.983 hektare hingga Juni 2017.

Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB menuturkan luas lahan terbakar terus menurun setiap tahun. Pada 2015, luas lahan terbakar mencapai 2,61 juta hektare. Selanjutnya pada 2016 seluas 438.000 hektare.

"Berdasarkan data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dari 15.983 hektare hutan dan lahan yang terbakar pada 2017 terdapat di lahan gambut 5.922 hektare dan tanah mineral 10.061 hektare," kata Sutopo melalui keterangan tertulis, Kamis (22/6/2017).

Menurunnya luas lahan yang terbakar juga terlihat dari titik api pencitraan satelit. Berdasarkan data satelit Modis (Terra Aqua) pada 2016 tercatat terdapat 1.917 titik api hingga akhir 2016. Saat ini dilaporkan hotspot di seluruh wilayah Indonesia menurun di 1.681 titik.

Dia mengatakan untuk mengefektifkan pencegahan dan penanggulangan karhutla, BNPB juga telah mengerahkan 12 helikopter water bombing dan 2 pesawat hujan buatan untuk di tiga provinsi Sumatra dan Jawa. Perinciannya enam helikopter water bombing ditempatkan di Riau.

Di Sumatra Selatan dioperasikan tiga helikopter water bombing jenis MI-17 dan Bolkow, dan dua pesawat terbang Casa 212 untuk hujan buatan. Sedangkan di Kalimantan Barat, dioperasikan tiga helikopter jenis Bel-214B, MI-8 dan Kamov yang berkapasitas 3.000 – 5.000 liter.

Pengerahan 12 helikopter water bombing dan dua pesawat hujan buatan merupakan salah satu dari strategi operasi penanggulangan karhutla. Ada lima strategi yaitu operasi pemadaman di darat, operasi pemadaman undara, operasi penegakan hukum, operasi pelayanan kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat.

Editor: Stefanus Arief Setiaji

Berita Terkini Lainnya