Yuk, Laporkan Jalan Rusak via Aplikasi Ini

Oleh: Anitana Widya Puspa 28 Juni 2017 | 20:54 WIB
Alat berat berada di lokasi Jalan tol Sumatera Ruas Palembang-Indralaya seksi 1 yang amblas di pintu keluar Pemulutan, Ogan Ilir (OI), Sumatra Selatan, Sabtu (17/6)./Antara-Nova Wahyudi

Bisnis.com, JAKARTA -- Kementerian PUPR mengharapkan masyarakat mampu memaksimalkan penggunaan aplikasi Jalan Kita dan SINDILA selama libur panjang Lebaran tahun ini.

Direktur Pengembangan Jaringan Jalan, Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR, Rachman Arief Dienaputra menuturkan aplikasi Jalan Kita merupakan aplikasi yang dapat menerima laporan masyarakat secara realtime mengenai kondisi jalan bila terjadi kerusakan.

Arief mengungkapkan, saat ini sudah sekitar 500 kali aplikasi tersebut diunduh oleh pengguna dan sudah terdapat  1.998 laporan dari hasil pantauan terakhir.

Arief menambahkan Kementerian PUPR telah mengajak 17 politeknik di seluruh Indonesia untuk membantu memantau melalui aplikasi Jalan Kita.

“Paling lambat 3 hari dari sejak laporan diterima, maka sudah harus ada penanganan perbaikan jalan yang rusak tersebut. Lebih dari 3 hari, Balai atau Satuan Kerja (Satker) yang bersangkutan akan ditegur oleh pimpinan.” katanya melalui siaran pers Rabu (28/6/2017).

Kementerian PUPR juga terus mengembangkan penggunaan aplikasi SINDILA yang terdiri dari sensor alat penghitung volume lalu lintas, software penganalisa kinerja lalu lintas dan Variable Message Sign (VMS). Sensor pada SINDILA tersebut berfungsi menghitung volume lalu lintas melalui kamera, lalu data dari sensor tersebut dihitung melalui software, sehingga didapat kinerja lalu lintas.

Selanjutnya, informasi kinerja lalu lintas tersebut disampaikan melalui VMS, sehingga pengguna jalan dapat memutuskan apakah akan tetap melalui jalan yang semula atau mencari jalan alternatif. Sampai saat ini, SINDILA sudah diaplikasikan di Jembatan Sedayu Lawas (Lamongan), Jembatan Comal A dan B (Pemalang), Jembatan Cindaga (Banyumas), Jembatan Tanggulangin (Kudus), Flyover Pasupati (Bandung) dan Jembatan Air Tebih Suluh (Palembang) untuk mendeteksi volume kendaraan yang melintasi jembatan, sekaligus menjadi _backup_ dari sensor Simbagas (detektor keamanan jembatan).

Editor: Maria Yuliana Benyamin

Berita Terkini Lainnya

Berita Populer