Kebiasaan Pakai BBM Non-Subsidi Terbawa ke Kampung Halaman

Oleh: Duwi Setiya Ariyanti 03 Juli 2017 | 20:37 WIB
Petugas mengisikan BBM, di sebuah SPBU./JIBI-Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA - Kebiasaan menggunakan bahan bakar minyak (BBM) yang lebih bersih (a.l. seperti Pertalite) di kota besar ternyata terbawa hingga ke kampung halaman saat mudik.

Senior Vice President for Fuel Marketing and Distribution Pertamina Gigih Wahyu Hari Irianto mengatakan pada kesempatan mudik tahun ini, kecenderungan pemudik yang telah menggunakan bahan bakar khusus seperti Pertalite dan Pertamax terbawa hingga kampung halaman.

"Tadinya biasanya konsumsi non-premium di kota-kota besar menjadi konsumsi non-premium di daerah-daerah sepanjang jalur mudik maupun jalur balik," ujarnya di Jakarta, Senin (3/7/2017).

Tercatat, untuk realisasi konsumsi jenis gasolin yakni premium dan pertamax series, naik 5,59% dibanding periode yang sama tahun lalu yakni dari 93.145 kilo liter (kl) menjadi 98.350 kl. Rincinya, untuk premium turun 45,81% dibanding mudik tahun lalu yakni 65.272 kl menjadi 35.373 kl. Pertalite naik 113,79% dari 20.872 kl menjadi 44.635 kl. Kemudian, pertamax naik dari 13.732 kl menjadi 18.352 kl atau naik 33%.

Sementara itu, untuk produk gasoil yakni solar dan dex series, konsumsinya turun 1,28% dari periode yang sama tahun 2016 yaitu 30.605 kl menjadi 30.213 kl. Jenis solar turun 3,78% dari 30.043 kl menjadi 28.906 kl. Dexlite naik 268,95% dari 229 kl menjadi 808 kl dan pertamina dex naik 46,63% dari 341 kl menjadi 500 kl.

Adapun, selama mudik, penetrasi konsumsi BBM berada di Jawa Tengah dan Sumatera Barat yang menjadi daerah tujuan dan transit.

"Tujuan paling berat pertama kali kan Jawa Tengah, apakah itu jadi tujuan akhir atau tempat transit ke Jawa Timur. Tapi di situ demand-nya melonjak lebih berat. Kedua, di Sumatra Barat, itu luar biasa juga pertumbuhannya."

Editor: Martin Sihombing

Berita Terkini Lainnya