PERTUKARAN INFORMASI KEUANGAN : Akses Indonesia Kini Menjangkau Swiss

Oleh: Edi Suwiknyo 05 Juli 2017 | 02:00 WIB
Wajib pajak memasuki kantor pelayanan pajak, di Jakarta, Selasa (23/2/2017)./Reuters-Fatima Elkarim

JAKARTA–Indonesia kembali menapakkan satu langkah maju untuk mendapatkan akses data perpajakan. Kali ini, pemerintah meneken kerja sama pertukaran informasi rekening keuangan dengan Swiss, salah satu pusat keuangan dunia.

Kerja sama dengan Swiss tersebut diharapkan mempermudah implementasi Automatic Exchange of Information (AEOI). Pasalnya, negara di Benua Eropa itu memiliki reputasi sebagai salah satu pusat keuangan terbesar di dunia.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan, langkah ini akan menjadi awal bagi pemerintah untuk menerapkan kebijakan-kebijakan selanjutnya. Di samping itu, dengan keterbukaan informasi, berbagai praktik penghindaran pajak khususnya ke negara-negara tax haven atau suaka pajak akan mudah dikendalikan.

“Saya merasa sangat tercerahkan untuk segera meneken kerja sama dengan Swiss dalam hal perpajakan. Kami menyadari betapa pentingnya bagi Indonesia,” kata Sri Mulyani dalam joint declaration terkait AEoI dengan Pemerintah Federal Swiss di Jakarta, Selasa (4/7/2017).

Adapun, secara spesifik dalam kesepakatan itu akan diatur kerja sama antara Pemerintah Indonesia dengan Swiss untuk saling bertukar informasi rekening keuangan secara otomatis sesuai dengan common reporting standard. Kedua negara juga akan memberikan informasi terkait perkembangan implementasi CRS dalam peraturan perundang-undangan domestik.

Swiss adalah salah satu negara pusat keuangan terbesar di dunia. Posisi Swiss tersebut dianggap akan menguntungkan Pemerintah Indonesia, sebab kendati tak sebesar Singapura, Hong Kong, maupun Makau, cukup banyak wajib pajak asal Indonesia yang menyimpan dana di negeri yang berada di Benua Biru tersebut.

Kendati demikian, jika menilik deklarasi harta hasil implementasi pengampunan pajak, dana atau harta milik wajib pajak asal Indonesia sebagian besar disimpan di negara-negara yang masih dalam cakupan Asia Pasifik. Posisi teratas adalah Singapura, Sri Mulyani bahkan pernah menyebutkan sekitar 60% dana asal Indonesia tersimpan di negeri jiran tersebut.

Selain Singapura, negara lainnya yakni Hong Kong, Makau, British Virgin Islands, Australia juga sebagai tujuan wajib pajak Indonesia untuk menyimpan dana mereka.

Khusus negara-negara tersebut, pemerintah berencana menuntaskan kerja sama dalam bentuk Bilateral Competent Authority Agreement atau BCAA pada bulan ini.

Direktur Jenderal Pajak Ken Dwijugiasteadi mengatakan, beberapa negara sudah mulai dijajaki kerja sama dan tinggal beberapa negara kecil yang sebenarnya akan segera dibereskan dalam waktu dekat.

“Dengan Singapura ternyata kita sudah setara, mereka sudah tanda tangan. Pokoknya semua akan kami selesaikan bulan ini,” ungkapnya.

Ken menjelaskan, inti dari kerja sama tersebut adalah soal kesetaraan. Sebelum mengimplementasikan automatic exchange of information atau AEoI negara-negara yang telah berkomitmen harus setara secara teknologi hingga regulasinya.

Soal Perppu Nomor 1 Tahun 2017 tentang Akses Informasi Keuangan untuk Kepentingan Perpajakan yang sampai kini belum juga diundangkan DPR, Ken mengatakan, pemerintah terus membangun komunikasi dengan DPR supaya proses perubahan Perppu ke undang-undang segera terealisasi.

//Komitmen Global

Duta Besar Swiss untuk Indonesia Yvonne Baumann mengatakan, kerja sama itu merupakan komitmen mereka untuk mewujudkan transparansi keuangan yang sejalan dengan komitmen dunia dalam keterbukaan informasi keuangan untuk kepentingan perpajakan.

Swiss, kata dia, selain bekerja sama dengan Indonesia juga sudah melakukan dengan 32 negara Eropa lainnya. Perjanjian yang telah ditandatangani itu juga sekaligus mengenalkan AEoI antara Indonesia dengan Swiss.

“Setiap negara membutuhkan persetujuan untuk pertukaran data. Perjanjian ini mengonfirmasi keseriusan kedua negara untuk menguatkan kerja sama antara dua negara dalam isu keuangan,” tukasnya.

Editor: Lutfi Zaenudin

Berita Terkini Lainnya