PASOKAN BBM DI JABODETABEK : Pertamina Siapkan Terminal BBM di Sukabumi

Oleh: Duwi Setiya Ariyanti 05 Juli 2017 | 02:00 WIB
Petugas mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke truk tangki BBM di TBBM Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (8/6)./Antara-Zabur Karuru

Saat ini, Pertamina hanya memiliki satu terminal bahan bakar minyak (TBBM) untuk memasok kebutuhan BBM di DKI Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).

Hal itu menyebabkan rawan terjadi kelangkaan BBM di wilayah Jabodetabek jika terjadi gangguan di TBBM Plumpang.

Senior Vice President Fuel Retail and Marketing Pertamina Jumali mengatakan, pihaknya telah mendapatkan lahan dan perizinan untuk membangun TBBM di Sukabumi, Jawa Barat.

Dia menjelaskan, kapasitas TBBM yang dibangun sekitar 3.000 kiloliter. Saat ini, pembangunan terminal BBM itu memasuki tahap konstruksi pipa dari Padalarang ke Sukabumi.

Jumali memperkirakan, proyek itu perlu waktu sekitar 3 tahun—4 tahun. TBBM Sukabumi akan menyalurkan BBM ke sebagian konsumen di Bogor dan Cianjur.

"Intinya ya untuk Sukabumi, sebagian Bogor, sebagian Cianjur itu yang utama," ujarnya, Senin (3/7).

Vice President Corporate Communication Pertamina Adiatma Sardjito mengatakan bahwa TBBM Plumpang sudah waktunya membagi beban kepada TBBM baru dengan jarak yang terlalu jauh. Adiatma menyebut, saat ini kapasitas TBBM Plumpang sudah penuh. Selain itu, lokasi TBBM Plumpang telah dipadati penduduk sehingga tingkat keamanan menurun.

Sebelumnya, pada 2005, beberapa lokasi telah menjadi opsi pembangunan terminal BBM seperti Bekasi , Jawa Barat dan Balaraja, Tangerang. Rencananya, kajian mulai dilakukan tahun ini agar konstruksi fisik bisa dimulai tahun depan.

TBBM Plumpang saat ini melayani 876 stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) dengan volume 14.250 kiloliter per hari.

Adapun, kapasitas penyimpanan TBBM Plumpang sebanyak 261.752 kl yang berasal dari 23 tangki penimbunan yang akan menyalurkan berbagai jenis BBM.

Rinciannya, delapan tangki untuk jenis Premium dengan kapasitas total 106.781 kl, lima tangki untuk jenis Solar dengan kapasitas total 58.969 kl, lima tangki untuk jenis Pertamax dengan kapasitas 53.935 kl, dua tangki untuk Pertamax Plus berkapasitas 11.048 kl, satu tangki untuk Pertamina Dex dengan kapasitas 9.461 kl, dan dua tangki biodiesel dengan kapasitas 21.558 kl.

Sementara itu, BBM yang ada di Plumpang dipasok dari TBBM Balongan dan TBBM Tanjung Priok. "[Di sekitar TBBM] Plumpang sudah banyak penduduk, safety-nya [kurang]. Kapasitas Plumpang juga sudah penuh," katanya.

Sementara itu, terkait dengan mudik Lebaran 2017, Senior Vice President for Fuel Marketing and Distribution Pertamina Gigih Wahyu Hari Irianto mengatakan, ada kecenderungan pemudik yang telah menggunakan bahan bakar khusus seperti Pertalite dan Pertamax terbawa hingga kampung halaman dengan penetrasi di Jawa Tengah dan Sumatra Barat yang menjadi daerah tujuan dan tempat singgah.

Realisasi konsumsi jenis gasolin yakni Premium dan seri Pertamax naik 5,59% menjadi 98.350 kl dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu 93.145 kl.

Konsumsi Premium turun 45,81% dibandingkan dengan mudik tahun lalu 65.272 kl menjadi 35.373 kl. Pertalite naik 113,79% dari 20.872 kl menjadi 44.635 kl. Kemudian, Pertamax naik 33% dari 13.732 kl menjadi 18.352 kl.

Sementara itu, untuk produk gasoil yakni solar dan solar dex turun 1,28% menjadi 30.213 kl dari periode yang sama tahun 2016 sebanyak 30.605 kl. Jenis solar turun 3,78% dari 30.043 kl menjadi 28.906 kl. Dexlite naik 268,95% dari 229 kl menjadi 808 kl dan Pertamina dex naik 46,63% dari 341 kl menjadi 500 kl.

"Tadinya biasanya konsumsi nonpremium di kota-kota besar menjadi konsumsi nonpremium di daerah-daerah sepanjang jalur mudik maupun jalur balik," kata Gigih. (Duwi Setiya Ariyanti)

Editor: Maria Yuliana Benyamin

Berita Terkini Lainnya