Pasar Surat Utang Tak Banyak Terpengaruh Inflasi Musiman

Oleh: Emanuel B. Caesario 06 Juli 2017 | 22:30 WIB
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA—Analis menilai inflasi Indonesia sepanjang Juni tahun ini yang mencapai 0,69% memiliki dampak yang relatif terbatas terhadap pasar surat utang dalam negeri.

I Made Adi Saputra, Analis Obligasi Nusantara Capital Sekuritas, mengatakan bahwa pelaku pasar sudah memperkirakan akan terjadi tekanan kenaikan inflasi pada Juni karena adanya faktor siklikal bulan puasa dan Lebaran.

Hal ini pun terlihat dari komponen utama pendorong inflasi kali ini yang dipimpin oleh sektor transportasi karena terkait kebutuhan mudik serta sektor bahan makanan karena bulan puasa dan perayaan Lebaran.

Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik, indeks kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan naik sebesar 1,27% atau menjadi yang tertinggi. Menyusul setelahnya yakni indeks kelompok bahan makanan 0,69%.

Adapun, laju inflasi pada Mei 2017 tercatat sebesar 0,39%. Tingkat inflasi Mei pun sejatinya sudah mendapatkan pengaruh dari kedatangan bulan puasa, dengan pendorong utama inflasi ada pada segmen kebutuhan pangan. Inflasi Mei sudah naik 0,09% dari inflasi April 2017.

Made mengatakan, meski ada peningkatan inflasi pada Juni lalu, pengaruhnya tidak akan terlalu besar terhadap pasar surat utang. Pasalnya, inflasi kali ini lebih didorong oleh faktor musiman dan diperkirakan akan kembali mereda dalam dua bulan ke depan.

Lagi pula, laju inflasi tersebut masih berada dalam target inflasi tahunan yang sebesar 3% hingga 5%. Inflasi tahunan kalender Januari-Juni 2017 sudah mencapai 2,38% dan inflasi year on year sebesar 4,37%.

“Sehingga saya melihat dampaknya terhadap pasar surat utang akan terbatas,” katanya melalui pesan elektronik, dikutip Kamis (6/7/2017).

Editor: Fajar Sidik

Berita Terkini Lainnya