Pemprov Kaltara Kembangkan Teknologi Smart Fishery

Oleh: Nadya Kurnia 07 Juli 2017 | 18:33 WIB
Nelayan tradisional/Antara-Ampelsa

Bisnis.com, BALIKPAPAN-Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara mengembangkan Smart Fishery, sebuah teknologi sistem navigasi untuk memudahkan penangkapan ikan bagi para nelayan.

Pengembangan teknologi itu dilakukan melalui kerja sama dengan PT Media Rekayasa Lintas. Gubernur Kaltara Irianto Lambrie mengatakan sistem tersebut mampu memberikan informasi cuaca dan potensi penangkapan ikan.

"Sehingga mempersingkat waktu melaut dan meningkatan produksitifitas nelayan. Secara ekonomi, penggunaan sistem ini akan menghemat bahan bakar perahu, sebab nelayan tak lagi mencari ikan, melainkan benar-benar menangkap ikan dengan lokasi yang sudah diketahui," jelasnya dalam rilis resminya, Jumat (7/7/2017).

Sistem ini dapat digunakan dengan gadget berbasis Android sebagaimana aplikasi digital pada umumnya. Aplikasi akan menyajikan peta navigasi digital beserta titik potensi penangkapan ikan.

Sedangkan bagi pemerintah, sistem yang didukung teknologi berbasis data penginderaan jarak jauh dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa, akan memudahkan untuk mengetahui data log kapal, data nelayan aktif, serta pembuatan analisa produktifitas nelayan.

Untuk memperkenalkan penerapan Smart Fishery kepada para nelayan di Kaltara, Dinas Kelautan dan Perikanan Kaltara akan membangun tiga titik Subcommand Center, yakni di Pelabuhan Perikanan Tarakan, DKP Provinsi Kaltara di Kabupaten Bulungan, serta Pelabuhan Perikanan Sebatik di Kabupaten Nunukan.

"Setiap SCC akan dilengkapi dengan perangkat media publikasi berupa televisi layar lebar yang menampilkan fitur-fitur seperti di dalam aplikasinya. Jadi sebelum melaut, nelayan bisa mendatangi SCC," sambung Irianto.

Dia berharap setelah aplikasi ini diluncurkan, nelayan dapat memanfaatkannya. Apalagi harga yang dipatok pun tak mahal, yakni hanya Rp3,5 per tablet yang telah dipasangi sistem Smart Fishery.

"Data potensi penangkapan ikan yang sudah ada masih valid untuk lima hari ke depan, radius potensi yang terdata mencapai 3 Km, tingkat akurasinya juga mencapai 85%, dan nyaris 0% kesalahan berdasarkan penggunanya sejauh ini," tutupnya.

 

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya