Kalbar Sasar Budidaya Lobster Untuk Ekspor

Oleh: Yanuarius Viodeogo 11 Juli 2017 | 17:15 WIB
Ilustrasi lobster/Reuters

Bisnis.com, PONTIANAK – Kalimantan Barat berharap mampu mengembangkan budidaya lobster di sejumlah kabupaten kawasan pesisir untuk kebutuhan ekspor.

Kadis Kelautan dan Perikanan Kalbar Gatot Rudiyono mengatakan, saat ini kawasan-kawasan pesisir yang menjadi perhatian pemerintah provinsi berada di Kabupaten Sambas, Ketapang dan Kayong Utara.

Namun, baru menjadi fokus dinasnya adalah Kabupaten Sambas khususnya di pesisir Kecamatan Paloh yang didorong untuk meningkatkan komoditas tersebut.

“Kami terus mendekati pemerintah daerah-daerah tersebut untuk pengembangan budidaya lobster. Lobster layak ekspor per ekor minimal harus mencapai 2 ons, tetapi banyak berat lobster kita di bawah itu," kata Gatot kepada Bisnis, Selasa (11/7).

Dia mengatakan, dalam persoalan lain untuk pengembangan bibit lobster masih bersifat alamiah atau diambil langsung dari tepian pantai oleh para nelayan. Sehingga ukuran lobster yang ditangkap jauh dari ukuran untuk ekspor.

Sementara dalam pengembangan bibit, lanjutnya, belum pada tahap budidaya atau pengembangan secara tambak.

Padahal, kata Gatot, nilai ekspor komoditas yang digemari oleh pelaku usaha restoran dan perhotelan itu sangat menggiurkan di pasaran internasional yakni bisa mencapai Rp100.000 per Kilogram (Kg) atau Rp9,4 miliar per tahun untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Nilai ekspor sebenarnya sangat mahal. Kita akan pelan-pelan mendekati pemerintah daerah masing-masing seperti Kayong Utara yang punya potensi penghasil lobster,” ucapnya.

Adapun, data dari Dinas KKP Kalbar volume ekspor secara keseluruhan untuk komoditas ikan dan udang mencapai 0,84 juta Kg atau senilai US$2,11 juta atau Rp27,85 miliar.

Nilai ekspor tahun ini turun sebanyak US$1,21 juta dari periode yang sama pada 2016 yang sempat mencapai US$3,32 juta atau Rp43,82 miliar.

 

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya

Berita Populer