PENYALURAN KREDIT SINDIKASI: Perbankan Asing Agresif

Oleh: Ropesta Sitorus 11 Juli 2017 | 02:00 WIB
/jibiphoto/

Kenaikan ini didominasi oleh penyaluran sindikasi dari perbankan asing.

Sementara itu, dilihat dari sektornya, bidang utilitas dan mengambil porsi yang terbesar dengan nilai US$4,186 miliar disusul sektor industri dengan jumlah US$4,049 miliar.

Menurut data Bloomberg, sampai Jumat (7/7), lima bank dengan kontributor terbesar yakni Mitsubishi UFJ Financial Group Inc., PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BNI), Sumitomo Mitsui Financial, Mizuho Financial, dan China Construction Bank (CCB).

Mitsubishi UFJ Financial Group, perusahaan finansial asal Jepang, memberikan kontribusi terbesar 13,42% dari keseluruhan, dengan nilai penyaluran kredit sindikasinya sebesar US$1,54 miliar dan jumlah deals yang ditandatangani sebanyak 13 deals.

Dua perusahaan finansial Jepang lainnya, Sumitomo Mitsui Financial dan Mizuho Financial berada di posisi ketiga dan keempat dengan nilai kredit sindikasi masing-masing senilai US$866,69 miliar dan US$810,14 miliar.

Kepala Ekonom SKHA Institute for Global Competitiveness (SIGC) Eric Sugandi menilai dominasi asing sebagai kontributor utama dalam kredit sindikasi selama semester I/2017 menunjukkan tingginya agresivitas perbankan asing dalam sindikasi dibandingkan perbankan lokal.

"Mungkin karena ada optimisme mengenai perbaikan kondisi ekonomi Indonesia dibandingkan dengan tahun lalu dilihat dari pertumbuhan yang sedikit lebih tinggi di 5,1% dibandingkan 5,0% tahun lalu, serta optimisme mengenai membaiknya harga komoditas dan prospek investasi di infrastruktur karena pemerintah sedang menggenjot infrastruktur," katanya kepada Bisnis, Minggu (9/7) malam.

Eric menambahkan perbankan lokal yang menjadi pemain utama dalam kredit sindikasi memang masih terdiri dari bank besar seperti Bank Mandiri dan BNI. Adapun, bank-bank swasta lainnya diperkirakan masih melanjutkan konsolidasi internal sehingga porsi kredit yang disalurkan lewat sindikasi belum terlalu tinggi.

"Bank lainnya seperti BRI segmennya lebih ke mikro, sementara BCA lebih ke transaction banking yang mengandalkan fee-based income," ujarnya.

Secara terpisah, Pancaran Affendi, Deputy General Manager & Executive Vice President The Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ, Ltd., menyatakan segmen infrastruktur akan tumbuh signifikan pada tahun ini. The Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ, Ltd. merupakan bagian dari Mitsubishi UFJ Financial Group (MUFG).

"Semester 1/2017 ini kami support sindikasi di kredit infrastruktur termasuk konstruksi. Salah satunya yang terbesar yakni menjadi sole arranger untuk kredit sindikasi Wijaya Karya Tbk sebesar Rp5 triliun untuk pembangunan jalan tol pertama di pulau Kalimantan menghubungkan kota Balikpapan dan Samarinda," tuturnya.

Dalam penandatangnan sindikasi untuk WIKA, MUFG menyetor Rp1 triliun dari total pembiayaan Rp5 triliun. Selain bidang konstruksi, MUFG juga banyak membiayai segmen manufaktur dan telekomunikasi.

Sementara itu, kontribusi kredit sindikasi perbankan nasional pada enam bulan pertama tahun ini tampak mengalami penurunan. Satu-satunya bank nasional yang masuk dalam jajaran lima besar kredit sindikasi semester I/2017 adalah BNI dengan porsi 7,72% dan jumlah penyaluran kredit sindikasi senilai US$887,72 juta dalam 5 deals.

Padahal, di semester I/2016 lalu, BNI menempati posisi pertama dengan porsi 16,43% dan nilai total kredit sindikasi US$1,625 miliar. Begitu juga dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. yang pada enam bulan pertama tahun 2016 ada di posisi keempat dengan kredit US$941,75 juta. Tahun ini, Bank Mandiri tergeser ke posisi keenam dengan jumlah kredit sindikasi US$501,13 juta dalam 5 deals.

Kendati tidak merinci, SEVP Corporate Banking Bank Mandiri Alexandra Askandar mengatakan kredit sindikasi yang disalurkan perseroan sebenarnya lebih tinggi dibandingkan dengan data yang tercatat di Bloomberg.

"Angka yang tercatat di Bloomberg tidak mencerminkan porsi sindikasi sebenarnya. Angka real sindikasi Bank Mandiri lebih besar," katanya kepada Bisnis, Minggu (9/7).

Alexandra memperkirakan jumlah sindikasi kredit sampai akhir tahun akan mengalami peningkatan sebab masih ada sejumlah proyek yang prospektif.

"Di semester II akan ada beberapa pembiayaan sindikasi, antara lain power plant, toll road, mining," katanya.

Berdasarkan catatan Bisnis, emiten bersandi BMRI ini akan menjadi mandated lead arranger kredit sindikasi untuk proyek jalan tol Gempol – Pasuruan dengan total nilai Rp2,8 triliun bersama dengan empat bank lainnya.

Selain itu, perseroan akan berpartisipasi dalam sindikasi kredit yang cukup besar salah satunya pipeline proyek PT Perusahaan Listrik Negara. Porsi penyaluran kredit sindikasi baru Bank Mandiri pada tahun ini senilai Rp20 triliun.

Dihubungi terpisah, Wakil Direktur Utama BNI Herry Sidharta mengungkapkan perseroan tidak mengurangi porsi kredit sindikasi untuk tahun ini. Menurutnya, penurunan yang terjadi di semester I akan dapat dikejar kembali di paruh kedua tahun ini.

"Porsi tidak akan dikurangi karena proyek-proyek besar masih banyak yang harua disindikasikan. Bidang yang jadi fokus kami masih di sektor infrastruktur," katanya kepada Bisnis.

Editor: Inria Zulfikar

Berita Terkini Lainnya

Berita Populer