Presiden Jokowi: Tiga Provinsi Dikaji Jadi Calon Ibu Kota, Tapi Rahasia

Oleh: Arys Aditya 13 Juli 2017 | 12:16 WIB
Presiden Joko Widodo (kanan) memberikan paparan saat menerima Tim Bisnis Indonesia, di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (10/7)./JIBI-Dwi Prasetya

Kabar24.com, BALIKPAPAN — Presiden Joko Widodo menekankan bahwa wacana pemindahan ibu kota maupun pusat pemerintahan sampai dengan saat ini masih berada pada tahap kajian.

Kepala Negara menuturkan bahwa pemindahan ibu kota memerlukan kalkulasi mendalam dari berbagai aspek sehingga tidak memungkinkan untuk segera diputuskan.

Hal itu disampaikan Kepala Negara saat memberikan sambutannya dalam acara Penyerahan Sertifikat Hak Atas Tanah di Balikpapan International Convention Center, Kalimantan Timur, Kamis (13/7/2017).

Pernyataan tersebut juga sekaligus merespons pernyataan Gubernur Kalimantan Timur, Awang Faroek Ishak yang dalam kesempatan sama menegaskan kesiapan Kota Balikpapan menjadi ibu kota negara.

"Tadi sudah disampaikan Gubernur Kalimantan Timur mengenai ibu kota. Saya tidak mau menyinggung itu dulu karena masih kajian," ujar Presiden.

Presiden mengungkap bahwa dalam kajiannya itu, setidaknya terdapat tiga provinsi yang sedang dikaji lebih dalam. Namun, dirinya memastikan tidak akan memberitahukan provinsi mana yang sedang dikaji itu.

Hal ini untuk meminimalisir harga tanah yang dapat melambung tinggi akibat aksi para spekulan. "Tidak saya buka. Kalau saya buka di Kalimantan Timur misalnya di Berau, nanti semua orang beli tanah di sana. Harga tanah langsung melambung," ucapnya.

Sebelumnya, Gubernur Awang Faroek Ishak dalam laporannya menyebut bahwa pihaknya siap untuk memfasilitasi kebutuhan lahan pemerintah pusat untuk mempersiapkan ibu kota yang baru. 

Editor: Stefanus Arief Setiaji

Berita Terkini Lainnya