BPJS Kesehatan Sediakan Layanan Deteksi Dini Kanker Serviks

Oleh: Oktaviano DB Hana 13 Juli 2017 | 13:56 WIB
Calon peserta BPJS Kesehatan antre menunggu penyelesaian adminitrasi di kantor BPJS Lhokseumawe, Aceh, Senin (15/5)./Antara-Rahmad

Bisnis.com, JAKARTA – BPJS Kesehatan menyelenggarakan program Bulan Deteksi Dini Kanker Serviks bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) pada 13 – 31 Juli 2017.

Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan BPJS Kesehatan Maya A. Rusady menjelaskan pihaknya menyediakan jaminan layanan deteksi dini kanker serviks kepada seluruh perempuan usia produktif yang telah menjadi peserta JKN-KIS baik di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) untuk pemeriksaan IVA Test dan laboratorium yang bekerjasama untuk pemeriksaan papsmear.

Selain untuk mendukung Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dan HUT ke-49 BPJS Kesehata, kegiatan ini merupakan salah satu upaya unggulan  untuk menekan prevalensi kanker serviks pada peserta JKN-KIS.

 “Layanan pemeriksaan IVA/Papsmear ini dapat dijamin oleh BPJS Kesehatan, sehingga peserta JKN-KIS tidak perlu khawatir dengan biayanya,” jelasnya dalam kterangan resmi , Kamis (13/7/2017).

Maya menjelaskan bila setelah pemeriksaan peserta memerlukan penanganan lebih lanjut, maka akan dirujuk sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku.

“Sebagai informasi, kanker serviks tidak menimbulkan gejala dan sulit terdeteksi pada stadium awal, oleh karena itu sebaiknya lakukan skrining kesehatan melalui layanan kesehatan deteksi dini yang disediakan BPJS Kesehatan,” ungkapnya.

Kanker serviks, sambung Maya, umumnya baru terdeteksi ketika sudah stadium lanjut ketika proses pengobatan yang harus dilakukan menjadi lebih sulit dengan biaya pengobatan yang lebih mahal. Namun, dibandingkan dengan jenis kanker lainnya, kanker serviks sebetulnya paling mudah dicegah dan dideteksi.

“Caranya dengan melakukan deteksi dini dan pemberian vaksinasi. Oleh karena itu, dihimbau kepada seluruh peserta JKN-KIS untuk melakukan deteksi dini di FKTP atau sarana penunjang lain yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan.”

Maya menjelaskan pemeriksaan IVA/papsmear merupakan metode pemeriksaan sederhana yang memiliki tingkat akurasi tinggi, aman serta nyaman bagi pasien. 

Sampai Mei 2017 deteksi dini yang dilakukan BPJS Kesehatan dengan metode IVA telah berhasil menjangkau 101.097 peserta, sementara papsmear berhasil menjangkau 93.263 peserta.

Berdasarkan data BPJS Kesehatan, pada 2016 jumlah kasus kanker serviks di tingkat pelayanan Rawat Jalan Tingkat Lanjutan (RJTL) mencapai 12.820 kasus dengan total biaya sekitar Rp56,5 miliar, sementara di tingkat Rawat Inap Tingkat Lanjutan (RITL) tercatat ada 6.938 kasus dengan total biaya sekitar Rp87,1 miliar.

Editor: Anggi Oktarinda

Berita Terkini Lainnya