JARINGAN TELEKOMUNIKASI : XL Alokasikan Rp1,20 Triliun untuk Wilayah Tengah

Oleh: Anggara Pernando 13 Juli 2017 | 02:00 WIB
Petugas teknisi XL memeriksa perangkat jaringan BTS 4G di kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat, Rabu (14/6)./Antara-Yulius Satria Wijaya

SEMARANG — PT XL Axiata Tbk. menyiapkan Rp1,20 triliun untuk memperkuat jaringan di kawasan tengah meliputi Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Barat.

Vice President XL Axiata Central Region Sofia Purbayanti mengatakan, dana ini akan dibelanjakan untuk memperkuat jaringan-jaringan yang ada hingga ekspansi mengisi celah yang masih lowong.

“Belanja difokuskan untuk peningkatan network, terutama penambahan di Jateng dan DIY,” kata Sofia, Rabu (12/7).

Dia mengatakan, peningkatan kapasitas jaringan ini dikarenakan besarnya potensi wilayah tengah. Selain wilayahnya yang luas juga memiliki jumlah penduduk yang sangat padat.

Data BPS menunjukkan penduduk ketiga wiayah ini mencapai seperempat jumlah penduduk Indonesia.

“Pelanggan XL Central Region sebanyak 28 juta, 55% dari Jateng-DIY dan sisanya 45% Jawa Barat,” katanya.

GM Sales Central Java dan DIY Arif Farhan Dwiyanto mengatakan, pihaknya memiliki perhatian tinggi untuk Jawa Tengah dan DIY, bahkan untuk penambahan area baru, pihaknya menetapkan untuk membangun jaringan 4G.

“Ada demand atau tidak, kami langsung membangun 4G,” katanya.

//LAYANAN SUARA//

Lebih lanjut, Arif mengatakan, untuk meningkatkan penetrasi XL di Jawa Tengah-DIY pihaknya kembali menggarap bisnis layanan suara dan SMS (short message service) yang semakin menurun.

Dengan produk bebas telepon dan SMS terbaru dari XL, pasar di Jawa Tengah diharapkan dapat tumbuh dua kali lipat. “Dua kali lipat dalam artian pembeli kartu perdana,” katanya.

Dia mengemukakan, saat ini setiap harinya XL Jateng-DIY menjual 50.000 kartu perdana.

Dengan layanan bebas ini, penjualan diharapkan tumbuh menjadi 100.000 kartu per harinya.

Keyakinan ini dikarenakan masih banyak daerah di Jawa Tengah-DIY yang masyarakatnya masih mengandalkan layanan SMS dan suara.

Meski begitu, Arief mengakui terjadi penurunan bisnis yang cukup dalam pada layanan SMS, sedangkan untuk kapasitas suara mengalami penurunan 15% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

“Turun dari 20 juta erlang [banyaknya panggilan]/hari menjadi 17 juta erlang/hari,” katanya.

Arif mengharapkan agar dengan menggratiskan layanan dasar, kapasitas suara ini dapat kembali lebih optimal. Apalagi perusahaan terus meningkatkan kapasitas jaringan.

Peningkatan ini juga diharapkan supaya pelanggan tidak lagi bermigrasi kartu seperti model bisnis paket data. pada paket data hanya 30% pengguna yang mempertahankan nomor kartunya. (Anggara Pernando)

Editor: Zufrizal

Berita Terkini Lainnya

Berita Populer