BBM EURO 4 : Uji Pasar Dilakukan Januari 2018

Oleh: Tegar Arief Fadly 18 Juli 2017 | 02:00 WIB
Kendaraan antre untuk mengisi BBM di tempat peristirahatan KM 207 jalan tol Palimanan-Kanci, Jawa Barat, Jumat (23/6)./JIBI-Dwi Prasetya

JAKARTA – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bersama lembaga negara terkait lainnya mempercepat pengadaan bahan bakar dengan standar Euro 4. Rencananya, bahan bakar jenis ini akan mulai dipasarkan pada Januari 2018.

Direktur Pengelolaan Udara Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Dasrul Chaniago menjelaskan, saat ini PT Pertamina (Persero) telah mulai memproduksi bahan bakar tersebut di kilang Cilacap. Adapun uji coba akan dilakukan pada bulan depan.

“Pertamina sudah mulai produksi dan kami perkirakan Agustus mau uji coba pasar, dan Januari sudah mulai dipasarkan,” katanya kepada Bisnis, Senin (17/7).

Dia menambahkan penyediaan bahan bakar Euro 4 akan dilakukan secara bertahap, di mana Pulau Jawa menjadi prioritas. Pemerintah menjamin ketersediaan bahan bakae jenis ini, mengingat kilang di Cilacap mampu memenuhi 60%-70% kebutuhan di Pulau Jawa.

Menurutnya, untuk tahap awal kawasan prioritas pendistribusian bahan bakae Euro 4 adalah Jabodetabek. Alasannya, penggunaan kendaraan dengan standar emisi lebih tinggi mayoritas berada di kawasan ini.

“Sebaran tentu tidak bisa sekaligus, harus bertahao dan akan dimulai di kota-kota besar seperti Jabodetabek. Tapi di kota besar lain seperti Surabaya bahan bakar ini sudah tersedia,” ujarnya.

Sejumlah perusahaan swasta juga telah menyatakan kesiapannya untuk memasarkan bahan bakar Euro 4. Dasrul menambahkan, salah satu perusahaan swasta yang menjadi distributor BBM bahkan telah memasarkan bahan bakar Euro 4 di Surabaya, Jawa Timur.

Sementara itu, terkait persiapan bahan bakar untuk kendaraan bermesin diesel masih akan didiskusikan oleh pemerintah. Rencananya, dalam dua pekan ke depan Kementerian LHK akan mengundang seluruh perusahaan swasta guna memastikan kesanggupan penyediaaan bahan bakar Euro 4 untuk diesel.

Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie D. Sugiarto menilai, distribusi secara bertahap merupakan langkah tepat untuk mempercepat implementasi standar emisi Euro 2.

"Dari awal kami memang minta impor untuk sementara, dan didistribusikan di beberapa SPBU [sarana pengisian bahan bakar umum], tidak perlu semua. Dan ini tidak perlu disubsidi," kata dia.

Dalam pentahapan ini, pemerintah disarankan untuk menentukan kawasan prioritas distribusi. Hal ini dilakukan untuk meminimalisasi potensi kelangkaan bahan bakar. Adapun untuk harga jual, Jongkie menyarankan kepada pemerintah untuk tidak memberikan subsidi. (Tegar Arief)

Editor: Fatkhul Maskur

Berita Terkini Lainnya

Berita Populer