Kredit Konsumsi Jadi Penopang Bank Mandiri dan BCA

Oleh: Ropesta Sitorus 21 Juli 2017 | 23:45 WIB
Karyawan melayani nasabah di salah satu kantor cabang Bank Mandiri, di Jakarta, Senin (9/1)./JIBI-Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA - Pertumbuhan permintaan untuk kredit konsumsi menjadi penopang kenaikan penyaluran pembiayaan sejumlah bank, baik bank pelat merah maupun bank swasta, dalam semester I/2017.

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. melaporkan adanya perubahan dalam portofolio kredit pada paruh pertama 2017. Dari seluruh segmen yang ada, kredit konsumer mencatatkan pertumbuhan tertinggi, yakni sebesar 20% secara tahunan, disusul segmen korporasi 18,5% serta mikro sebanyak 17,9%.

Secara total, penyaluran kredit konsumer emiten bersandi BMRI tersebut mencapai Rp91,3 triliun dari total Rp682,0 triliun. Pertumbuhan positif tampak di hampir semua bisnis konsumer, baik KTA, KPR, kartu kredit, autoloan dan payroll.

Oleh karena itu, BMRI menaruh harapan tinggi dalam segmen yang menjadi new core tersebut tanpa meninggalkan core bisnisnya yaitu segmen korporasi.

"Konsumer tumbuhnya bagus sekali, salah satunya KPR, growth sekitar 20% itu saya kira bisa sustainable. Kami harapkan segmen ini sampai akhir tahun bisa tumbuh 20%-30% terutama ditopang KPR," kata Direktur Bank Mandiri, Ahmad Siddik Badrudi, kepada Bisnis, Kamis (20/7/2017).

Secara terpisah, PT Bank Central Asia (BCA) Tbk. pun menyatakan hal senada. Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengungkapkan permintaan kredit dari segmen konsumer sampai Juni melesat.

"Konsumer kami tumbuh baik sekali, naik sekitar 10% dibandingkan Desember," katanya.

Jahja menuturkan, salah satu faktornya karena promosi yang gencar untuk produk KPR. Dengan menurunkan bunga KPR sampai 6%, permintaan yang masuk ke BCA tumbuh sampai empat kali lipat yakni dari rata-rata Rp3 triliun per bulan menjadi Rp12 triliun.

Kendati begitu, pihaknya selektif memberikan KPR dengan tingkat approval sekitar 60% demi menjaga kualitas kredit.

Kenaikan kredit konsumer mengerek total kredit BCA tumbuh 12% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Editor: Martin Sihombing

Berita Terkini Lainnya

Berita Populer