INDUSTRI MULTIFINANCE : Pembiayaan Alat Berat Topang Kinerja CSUL FInance

Oleh: Fitri Sartina Dewi 25 Juli 2017 | 02:00 WIB
Ilustrasi

JAKARTA — PT Chandra Sakti Utama Leasing (CSUL Finance) mencatatkan pertumbuhan penyaluran pembiayaan sebesar 77,7% pada semester I/2017 didorong oleh pembiayaan alat berat.

Direktur Utama CSUL Suwandi Wiratno mengatakan hingga Juni 2017, perseroan telah menyalurkan pembiayaan Rp1,6 triliun. Realisasi itu tumbuh 77,7% jika dibandingkan capaian pada Juni 2016 yang mencapai Rp900 miliar.

Dari total target sepanjang tahun yang ditetapkan Rp2,2 triliun, realisasi hingga Juni 2017 telah mencapai 72% target.

“Pembiayaan kami memang tumbuhnya signifikan, karena didorong perbaikan pembiayaan alat berat,” kata Suwandi kepada Bisnis, Senin (24/7).

Dari total pembiayaan yang disalurkan, dia menuturkan sekitar 50% berasal dari pembiayaan alat berat, sedangkan sisanya sekitar 45% merupakan pembiayaan kendaraan roda empat, dan 5% pembiayaan rumah.

Terkait pembiayaan rumah atau kredit pemilikan rumah (KPR), Suwandi mengakui porsi pembiayaan segmen tersebut masih cenderung rendah karena terkendala pendanaan jangka panjang.

Kendati demikian, dia mengungkapkan pada Juni 2017, CSUL Finance telah mendapatkan komitmen pendanaan Rp20 miliar dari PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) untuk penyaluran KPR.

Sepanjang 2017, CSUL Finance menargetkan bisa menyalurkan pembiayaan Rp2,2 triliun atau tumbuh 22% jika dibandingkan dengan realisasi pembiayaan tahun lalu yaitu Rp1,8 triliun.

Suwandi mengaku optimistis target tersebut bisa dicapai lantaran kinerja sektor komoditas belakangan ini mulai menunjukkan tren peningkatan, sehingga penyaluran pembiayaan alat berat diharapkan bisa semakin membaik.

Sementara itu, data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tentang ikhtisar kinerja perusahaan pembiayaan per Mei 2017 menunjukkan piutang pembiayaan mencapai Rp401,8 triliun atau tumbuh 9,2% jika dibandingkan piutang pembiayaan pada periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp367,8 triliun.

Dari total piutang pembiayaan Rp401,8 triliun, kontribusi terbesar disumbang dari pembiayaan konvensional yang mencapai Rp368,1 triliun, sedangkan sisanya Rp33,6 triliun merupakan piutang pembiayaan berdasarkan prinsip syariah.

Adapun, dari total pembiayaan konvensional, sebagian besar pembiayaan disalurkan untuk segmen multiguna yang mencapai Rp233,32 triliun. Kemudian, disusul pembiayaan investasi Rp111,5 triliun, pembiayaan modal kerja Rp23,15 triliun, dan sisanya Rp91 miliar termasuk kedalam pembiayaan lainnya yang disetujui OJK. (Fitri Sartina Dewi)

Editor: Anggi Oktarinda

Berita Terkini Lainnya

Berita Populer