PENGENTASAN KEMISKINAN : Darmin Giatkan Reforma Agraria & Swasta

Oleh: Arif Gunawan 01 Agustus 2017 | 02:00 WIB
Darmin Nasution./Abdullah Azzam

PEKANBARU — Pemerintah menyatakan upaya pengentasan kemiskinan kian berat, seiring dengan semakin dekatnya jumlah inti kemiskinan.

Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution mengatakan angka kemiskinan di Indonesia cenderung tidak bergerak dari posisi saat ini.

"Jumlahnya tidak banyak berubah, hanya persentasenya saja yang turun tipis. Ini karena memang saat ini pemerintah semakin dekat dengan inti kemiskinan [core poverty] di Indonesia," katanya saat membuka Seminar Nasional ISEI di Pekanbaru, Riau, Senin (31/7).

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, sepanjang September 2016—Maret 2017, angka kemiskinan di Tanah Air hanya turun tipis dari posisi 10,70% ke posisi 10,64% atau hanya melemah 0,06% saja.

Oleh karena itu, upaya pengentasan kemiskinan dengan model dan cara lama, tidak bakal berdampak besar untuk menurunkan angka itu.

Pemerintah, kata Darmin, tengah mengupayakan penurunan kemiskinan melalui dua langkah yaitu reformasi agraria lewat sistem klaster.

"Saat ini banyak petani punya sawah, peternak punya hewan, tetapi jalannya masing-masing. Ini akan dipetakan pemerintah untuk didorong agar berjalan bersama dan bermitra," katanya.

Selain itu, Darmin mengajak pihak swasta yang memiliki program pengembangan sosial kemasyarakatan untuk turut mendukung program pengentasan kemiskinan.

Ekonom yang juga Sekretaris Umum Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Aviliani mengatakan program pemerintah mendorong perekonomian masyarakat kecil melalui kredit usaha takyat (KUR), seharusnya diprioritaskan untuk pertanian.

"Tetapi pada praktiknya saat ini malah porsi KUR untuk perdagangan masih lebih besar dibandingkan dengan pertanian. Padahal sektor pangan paling membutuhkan dukungan penuh pemerintah," katanya.

Dari data yang dimilikinya, Aviliani memaparkan saat ini angka kemiskinan mencapai 29 juta jiwa dan ada 70 juta jiwa hampir miskin. "Hampir setengahnya berada di sektor pertanian."

Untuk itu, pemerintah harus serius mengembangkan skema dukungan usaha petani dalam menjalankan kegiatannya agar kesejahterannya dapat meningkat.

"Salah satu model yang bagus yaitu petani diberikan bantuan alat, benih, hingga pendampingan saat produksi sampai menjualnya ke pasar," katanya.

Salah satu praktik yang sudah dijalankan dengan baik itu menurut dia, yakni lewat program Desa Makmur Peduli Api (DMPA) yang dijalankan Sinarmas Grup sejak 2015 lalu.

Lewat program ini, petani mendapatkan bantuan alat pertanian, penyuluhan dari ahli, hingga pendampingan saat menjual produksinya ke pasar.

Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman mengatakan daerah memerlukan upaya bersama dalam mendukung program pengentasan kemiskinan. "Salah satunya dengan mengembangkan dan mendorong jumlah usaha mikro kecil menengah."

Editor: Roni Yunianto

Berita Terkini Lainnya

Berita Populer