Teruskan Rencana Investasi, Tsingshan Survei ke Kaltara

Oleh: Nadya Kurnia 04 Agustus 2017 | 03:14 WIB
Ilustrasi industri nikel, salah satu bisnis inti Tsingshan Holding Group/Reuters-Polina Devitt

Bisnis.com, BALIKPAPAN - Tsingshan Holding Group melakukan survei ke Kalimantan Utara pada Kamis dan Jumat (3-4/7/2017). Kunjungan berfokus di Peso, Kabupaten Bulungan, dan Kawasan Industri Pelabuhan Internasional (KIPI) Tanah Kuning dan Mangkupadi.

Perusahaan asal China itu berminat untuk membangun kompleks feronikel di KIPI Tanah Kuning dengan rencana investasi US$28 miliar serta membangun PLTU di Peso.

"Kemarin saat rakor di Kemenko Bidang Kemaritiman, kami sudah beberkan secara detail lokasi atau plot KIPI, termasuk pula konektivitas antara PLTA Sungai Kayan, Kota Baru Mandiri, dan KIPI," jelas Gubernur Kaltara Irianto Lambrie dalam pernyataan resminya pada Kamis (3/8/2017).

Menurutnya, Tsingshan memerlukan data valid dan kredibel tentang peta daerah aliran sungai di Kayan, kondisi lahan di daerah reservoir, data curah hujan, kondisi geologi, dan catatan gempa.

Selain itu, perusahaan tersebut juga memerlukan kondisi hidrologi yang meliputi topografi bawah laut, arah arus samudera, pasang surut air laut, diagram wind-rose, endapan sedimen, dan data awal geofisika.

"Tsingshan juga perlu data meteorologi, distribusi kelembaban tahunan, grafik angin naik. Lalu persyaratan pembuangan debu dan kotoran, dan sumber bangunan di sekitar proyek," sambung Irianto.

Dia mengatakan sebagian data telah disiapkan oleh pemda. Sebagian lagi akan dipaparkan selama survey berlangsung. Irianto pun menginstruksikan agar instansi terkait kooperatif melengkapi data yang diperlukan.

Sebagai tambahan informasi, Tsingshan berencana mengembangkan kompleks pemurnian logam terintegrasi dengan membangun pabrik feronikel berkapasitas 1,5 juta ton, stainless steel 1,2 juta ton, ferokrom 1,2 juta ton, mangan 0,5 juta ton, ferrosilicate 0,2 juta ton, baja karbon 10 juta ton, dan alumina 1 juta ton, serta membangun pembangkit hydro power berkapasitas 7.200 MW.

Editor: M. Syahran W. Lubis

Berita Terkini Lainnya

Berita Populer