BCA & NISP Jaga Coverage Ratio di atas 100% Sampai Akhir Tahun

Oleh: Surya Rianto 08 Agustus 2017 | 14:02 WIB
Nasabah saat melakukan transaksi di salah satu kantor Bank BCA Syariah yang ada di Jakarta. (Bisnis/Nurul Hidayat)

Bisnis.com, JAKARTA – Beberapa bank besar masih berencana menaikkan dan menjaga tingkat coverage ratio tetap tinggi sampai akhir tahun ini. Meskipun, tren kredit bermasalah disebut mulai mereda, tetapi bank-bank besar masih berhati-hati dengan bersikap konservatif.

Dua bank swasta yang mengaku akan terus menjaga tingkat coverage ratio pada level tinggi di atas 100% sampai akhir tahun ini yakni, PT Bank Central Asia Tbk. dan PT Bank OCBC NISP Tbk.

Presiden Direktur Utama Bank Central Asia Jahja Setiaatmadja mengatakan, perseroan akan terus menjaga posisi coverage ratio di atas 100% sampai akhir tahun ini. Bank swasta terbesar tanah air itu pun mengaku sudah menjaga posisi coverage ratio di atas 100% sejak lima tahun yang lalu.

“Untuk detailnya, apakah akan dijaga pada posisi 120%, 140%, 170%, atau 230%, saya pikir tidak ada target rincinya. Intinya, kami akan jaga agar tetap di atas 100%,” ujarnya kepada Bisnis pada Senin (7/8).

Sampai kuartal II/2017, posisi coverage rasio bank berkode emiten BBCA itu sedikit turun menjadi 196,3% dibandingkan dengan kuartal I/2017 yang sebesar 203,3%.

Secara rinci, perseroan menaikkan pencadangan pada tiga bulan kedua tahun ini sebesar 2,13% menjadi Rp12,51 triliun dibandingkan dengan kuartal pertama, tetapi nominal non-performing loan (NPL) perseroan juga naik sebesar 5,77% menjadi Rp6,37 triliun.

Meskipun begitu, rasio NPL gross perseroan sampai Juni 2017 cenderung stagnan dengan berada di posisi 1,5% dibandingkan dengan kuartal pertama.

Selaras dengan Jahja, Presiden Direktur Bank OCBC NISP Parwati Surjaudaja juga mengaku akan terus menjaga coverage ratio berada di atas 100%.

“Kami akan terus menjaga posisi coverage ratio itu tetap berada di atas 100%,” ujarnya.

Sampai kuartal kedua kemarin, posisi coverage ratio bank berkode emiten NISP itu berada pada kisaran 190,5%. Persentase rasio itu lebih tinggi ketimbang kuartal pertama yang sebesar 184,6%.

Dari sisi NPL gross sampai Juni 2017, NISP pun mampu menjaga pada kisaran 1,9%, rasio itu sama jika dibandingkan dengan posisi Maret 2017.

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya

Berita Populer