ALAT BERAT : Produksi Meroket

Oleh: Muhammad Khadafi 12 Agustus 2017 | 02:00 WIB

JAKARTA — Produksi alat berat konstruksi dan pertambangan sepanjang semester pertama tahun ini naik 67,71% menjadi 2.467 unit dari 1.471 unit pada periode yang sama tahun lalu.

Himpunan Alat Berat Indonesia (Hinabi) menilai tren positif ini akan berlanjut hingga akhir tahun.

Berdasarkan data Hinabi, ekskavator hidraulis berkontribusi paling tinggi dengan 2.183 unit atau 88,49% dari total volume produksi, diikuti oleh buldoser 178 unit, dump truck 53 unit, dan motor grader 53 unit.

Volume produksi paruh pertama tahun ini sudah hampr mencapai 50% dari volume 2014.

Kendati demikian, Ketua Hanabi Jamaludin tidak menaruh target volume produksi lebih dari 5.000 unit. Hingga akhir tahun ini, produksi diprediksi mencapai 4.400 unit.

“Sektor pertambangan menyumbangkan sekitar 70% dari kenaikan ini. Besar sekali!” katanya kepada Bisnis belum lama ini.

Adapun, dia menilai, sektor lain belum memberi kenaikan signifikan. Rencana belanja infrastruktur dari pemerintah tampaknya tidak akan memberi kontribusi besar sebab para pelaku usaha sudah berinvestasi alat berat sejak 2015.

Kondisi keuangan negara membuat pembangunan infrastruktur sempat terhambat hingga 2017. “Sampai sekarang kan pekerjaan infrastruktur belum begitu banyak. Alat-alat belum perlu diperbaharui,” kata Jamaludin.

Sementara itu, PT United Tractors Tbk., distributor alat berat juga merasakan imbas perbaikan di sektor pertambangan.

Sektor pertambangan memberi kontribusi paling besar, yakni 48%, diikuti oleh konstruksi 23%, dan sisanya dari kehutanan dan perkebunan.

Berdasarkan keterangan resmi dari situs United Tractors, hingga paruh pertama tahun ini, perusahaan mencatat kenaikan penjualan alat berat merek Komatsu sebesar 69,02% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, atau dari 1.036 unit menjadi 1.751 unit.

Merek lain yang didistribusikan United Tractors juga membukukan hal serupa. UD Trucks naik 27,19% atau dari 217 unit menjadi 276 unit; Scania naik 124,80% dari 246 unit menjadi 553 unit.

//TERUS BERLANJUT//

Corporate Secretary PT United Tractors Tbk. Sara Loebis menuturkan, tren positif akan terus berlanjut sepanjang tahun ini. Perusahaan memperkirakan volume penjualan naik 100% lebih, atau dari sekitar 1.200 unit tahun lalu menjadi 2.500 unit hingga 3.000 unit pada tahun ini.

Marketing Director PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) Duljatmono mengatakan, tren positif pada alat berat akan berimbas pada sektor kendaraan niaga. Pada akhirnya juga akan mengatrol volume penjualan kendaraan penumpang.

“Sektor pertambangan naik itu akan membangkitkan daya beli yang lain. Belanja pada satu sektor akan membangkitkan demand di sektor lain pada industri otomotif,” katanya.

Volume penjualan KTB, selaku agen pemegang merek Mitsubishi Fuso Truck & Bus Corporation (MFTBC) naik 23,37% sepanjang semester pertama 2017 dibandingkan dengan semester pertama 2016. Pada 6 bulan pertama tahun ini, perusahaan mendistribusikan 41.810 unit truk. (Muhammad Khadafi)

Editor: Zufrizal

Berita Terkini Lainnya

Berita Populer