Trump Akan Serbu Venezuela Seperti AS Duduki Irak?

Oleh: Newswire 13 Agustus 2017 | 14:18 WIB
Aksi massa menentang Presiden Venezuela Nicolas Maduro di Caracas, Venezuela (19/4/2017)./Reuters

Kabar24.com, KARAKAS/LIMA - Kawasan Amerika Latin mulai "meriang" seiring ancaman AS terhadap Venezuela.

Presiden Donald Trump menyatakan AS akan menggunakan aksi militer terhadap Venezuela. Ancaman itu muncul setelah selama berbulan-bulan Trump menyerang Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

Partai Sosialis yang berkuasa telah selama bertahun-tahun menuduh Amerika Serikat berencana melakukan serbuan sebagai jalan untuk menguasai cadangan minyak Venezuela, melalui serangan militer seperti saat perang Irak. Venezuela memiliki cadangan minyak terbesar di dunia.

Ancaman Trump terhadap Venezuela nyatanya mendapat tentangan dari sejumlah negara di kawasan Amerika Latin. Mereka menentang Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang pada Jumat mengancam bahwa AS akan menggunakan aksi militer terhadap Venezuela, negara yang sedang terhimpit krisis.

Sikap keras Washington terhadap krisis Venezuela itu muncul menjelang rangkaian lawatan Wakil Presiden AS Mike Pence, mulai hari Minggu ini, ke kawasan Amerika Latin. Pence dijadwalkan berkunjung ke Kolombia, Argentina, Chile dan Panama.

Menteri Pertahanan Venezuela Vladimir Padrino pada Jumat meremehkan peringatan Trump itu sebagai "kegilaan", sementara Menteri Luar Negeri Jorge Arreaza mengatakan, Sabtu, Venezuela menentang ancaman yang "penuh dengan rasa permusuhan" itu dan mendesak Amerika Latin bersatu menghadapi Washington.

"Kami ingin menyampaikan ucapan terima kasih atas semua pernyataan solidaritas dan penentangan terhadap penggunaan kekuatan dari pemerintah negara-negara di seluruh dunia, termasuk kawasan Amerika Latin," kata Arreaza saat menyampaikan pidato singkat, Sabtu.

"Beberapa dari negara-negara ini telah mengambil sikap yang benar-benar berlawanan dengan kedaulatan dan kemerdekaan kita tapi mereka (ternyata) masih (mau) menentang pernyataan presiden AS," ujarnya.

Peru, salah satu pengkritik paling keras terhadap Maduro, memimpin gerakan untuk mengecam ancaman Trump. Peru menganggap ancaman tersebut bertentangan dengan prinsip-prinsip Perserikatan Bangsa-bangsa. Meksiko dan Kolombia bergabung menyatakan sikap dengan mengeluarkan pernyataan sendiri.

Persekutuan kawasan, Mercosure, menambahkan bahwa pihaknya menentang penggunaan kekuatan terhadap Venezuela kendati mereka pekan lalu telah menskors negara itu di tengah kecaman internasional terkait majelis baru sangat berkuasa yang dibentuk Maduro.

Setelah empat bulan aksi unjuk rasa maut berlangsung dalam menentang pemerintahannya, Maduro mengatakan pembentukan majelis itu merupakan harapan satu-satunya bagi Venezuela untuk mewujudkan perdamaian dengan menerapkan kebijakan-kebijakan dari mentor dan pendahulunya, mendiang Hugo Chavez.

Sumber : Antara/Reuters

Editor: Saeno

Berita Terkini Lainnya

Berita Populer