PPRO Siap Bangun Hotel Baru Bulan Ini

Oleh: Emanuel B. Caesario 13 Agustus 2017 | 14:29 WIB
Ilustrasi: Pekerja mengerjakan proyek pembangunan hunian bertingkat PT PP (Persero) Tbk. di Jakarta, Senin (29/5)./JIBI-Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA—Emiten properti PT PP Properti Tbk. akan mulai membangun hotel barunya tahun ini di Lombok, NTB. Hotel senilai Rp200 miliar tersebut akan dibangun bulan ini, setelah PP Propert merampungkan seluruh proses perizinan dan desain.

Direktur Komersial PP Properti Sinurlinda Gustina mengatakan, saat ini perseroan telah membentuk marketing communication untuk mempromosikan proyek tersebut sembari menyelesaikan proses perizinan dari pemerintah setempat.

Menurut Sinurlida, proses perizinan akan rampung bulan ini sehingga perseroan sudah dapat melakukan groundbreaking atau pemancangan tiang pertama untuk pembangunan proyek tersebut.

Selain hotel, di lokasi proyek itu juga akan dikembangkan convention center dan area komersial. Total lahan pengembangan proyek mencapai 6.000 m2. Konsep tersebut diusung dengan pertimbangan pemerintah setempat mendorong Lombok untuk menjadi destinasi meeting, incentive, convention, and exhibition (MICE).

“Kami memilih konsep ini karena kami ingin ketika orang datang, dia bisa memperoleh one stop commercial service, antara waktu tunggu orang stay dan MICE, ada leisure time yang bisa dinikmati di area komersialnya,” kata Sinurlinda pada Bisnis, dikutip Minggu (13/8/2017).

Tahun lalu, emiten dengan kode PPRO ini menganggarkan belanja modal untuk proyek ini mencapai Rp160 miliar. Namun, tahun ini estimasinya meningkat menjadi Rp200 miliar karena perseroan memutuskan meningkatkan kapasitas convention center mencapai 1.200 m2 untuk kepentingan MICE di Lombok.

Saat ini Lombok belum memiliki convention center memadai untuk menampung kebuthan MICE yang besar. Hal ini sekaligus mengantisipasi lonjakan kebutuhan MICE seiring upaya meningkatkan daya tarik pariwisata di Lombok.

Sinurlinda mengatakan, proyek perseroan tersebut berada di kawasan yang menjadi destinasi utama investasi pariwisata di Lombok. Proyek ini ditargetkan rampung pada awal 2019 dan mulai berkontribusi pada pendapatan berulang perseroan.

Selain di Lombok, perseroan tahun ini juga akan membangun hotel di Labuan Bajo, NTT, yang juga merupakan area destinasi wisata unggulan nasional. Namun, saat ini perseroan belum memulai proyek tersebut sebab masih memberesi kawasan penjualan ikan yang berada di lokasi proyek.

Adapun, proyek sinergi BUMN yang mengusung konsep pelabuhan modern terpadu dengan area komersial dan hotel tersebut menelan investasi sekitar Rp500 miliar. Untuk proyek hotel sendiri, kebutuhan investasinya sekitar Rp150 miliar.

Groundbreaking untuk seluruh proyek ini sudah dilakukan beberapa bulan lalu. Proyek ini pun ditargetkan rampung pada pertengahan 2019.

Editor: Saeno

Berita Terkini Lainnya

Berita Populer