INFO HAJI: Sulut Berangkatkan 699 Calon Haji

Oleh: Puput Ady Sukarno 13 Agustus 2017 | 19:09 WIB
Jemaah calon haji asal Padang melambaikan tangan kepada keluarga mereka menjelang keberangkatan kloter pertama, di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Padangpariaman, Sumatra Barat, Jumat (28/7)./ANTARA-Iggoy el Fitra

Kabar24.com, MANADO -- Sebanyak 699 Jemaah Calon Haji asal Provinsi Sulawesi Utara bakal diberangkatkan ke Tanah Suci pada musim haji tahun ini.

Panitia penyelengara ibadah haji dan seluruh jemaah calon haji Sulut pada awalnya mendapat kuota 715 orang. Namun, ada mutasi sebanyak 15 orang, dan meninggal satu orang, sehingga menjadi sebanyak 699 orang.

Jumlah jemaah terdiri Kotamobagu 113 orang, Bolmong 42 orang, Bolmut 17 orang, Bolsel 11 orang, Boltim 21 orang, Bitung 136 orang, Minahasa 16 orang, Minut 26, Minsel 9 orang, Mitra 15 orang, Tomohon 6 orang, Sangihe 13 orang Talaud 6 orang, Sitaro 5 orang, Manado 10 orang, dan TPHI 1 orang, TPIHI 1 orang, TKHI 3 orang, serta TPHD 5 orang.

Para jemaah akan diberangkatkan dalam dua kloter yaitu kloter 12 dan kloter 13. Pada pemberangkatan pertama akan diberangkatkan sebanyak 454 jemaah, sedangkan sisanya akan diberangkatkan melalui emberkasi Balikpapan.

Wakil Gubernur Sulawesi Utara Steven O.E Kandouw didampingi Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Sulut Kartika Devi Kandouw melepas 699 Jemaah Calon Haji tersebut pada Sabtu (12/8) malam.

Wagub Kandouw mengatakan sebagai Jemaah Haji tiada kata yang paling tepat selain bersyukur, bersyukur dan bersyukur karena dapat melaksanakan kewajiban-kewajiban yang telah ditetapkan Tuhan dan dapat dijadikan bekal kebahagiaan baik di dunia maupun akhirat.

Pihaknya berharap para jamaah dapat melaksanakan haji dengan tekun, sabar, ikhlas, menjaga kesehatan, serta menaati petunjuk petugas pendamping agar ketika pulang nantinya dapat menjadi haji yang benar-benar menjadi panutan di masyarakat.

"Ada tiga hal utama untuk naik haji, yang pertama niat, modal,dan substansi ke Arab itu sendiri yaitu untuk beribadah," jelas Wagub Kandouw, dalam keterangan resmi, dikutip Bisnis, Minggu (13/8/2017).

Dirinya mengingatkan betapa pentingnya level Haji yang disematkan pada para jemaah usai melaksanakan ibadah haji. Pasalnya, level haji karena status haji ini tidak hanya pribadi dan keluarga yang merasakan tetapi masyarakat bahkan bangsa dan negara merasakan.

"Apakah kita sudah siap untuk menggunakan level Haji. Status haji ini luar biasa. Kalau wakil gubernur ada bekas wakil gubernur atau dewan ada bekas anggota dewan, tetapi haji sampai mati tetap haji tidak ada tertulis bekas haji. Justru itu satu sisi reward atau status penghargaan dan sisi yang lain adalah tuntutan," ujar Wagub Kandouw.

Selain Wagub Kandouw, turut hadir dalam pelepasan itu antara lain Assisten 2 Pemprov Sulut Rudi Mokoginta, Bupati Bolsel Herson Mayulu, Kepala Kantor Kementerian Agama Sulut Abdul Rasyid Gandon, Perwakilan Forkopimda Sulut, dan Anggota DPRD Sulut Djafar Alkatiri.

Editor: Saeno

Berita Terkini Lainnya

Berita Populer