TRANSAKSI SPBU: BCA Sebar 5.000 Kartu Flazz di PONTIANAK

Oleh: Yanuarius Viodeogo 17 Agustus 2017 | 15:15 WIB
Ilustrasi/Antara

Bisnis.com, PONTIANAK – PT Bank Central Asia Tbk, menyediakan 5.000 kartu Flazz sebagai tahap awal untuk transaksi pembelian bahan bakar minyak (BBM) di 13 stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang tersebar di Kota Pontianak.

Kepala BCA Cabang Pontianak Hartoyo mengatakan, penggunaan kartu Flazz adalah langkah dari pihaknya bersama Pertamina untuk membantu pengelola SPBU supaya memberikan pelayanan transaksi pembayaran konsumen dengan cepat.

“Dengan kartu ini bisa mengurangi antrean panjang atau mengurai kemacetan karena hanya hitungan 5 detik transaksi selesai. Kalau masih manual, operator mesti cek dulu duitnya 3D (dilihat, diraba dan diterawang) hitungan menit,” kata Hartoyo kepada Bisnis, Rabu (17/8/2017).

Dia mengatakan, dengan meluncurkan program pembelian BBM di SPBU dengan kartu Flaz merupakan dukungan penuh dari BCA terhadap program pemerintah yang tengah  gencar menggalakkan program cashless atau non tunai di pelayanan publik.

Menurut Hartoyo, gerakan non tunai (GNT) adalah solusi untuk pemerintah bila ingin mengurangi penggunaan uang kartal karena membutuhkan dana besar untuk mencetak uang baru secara terus menerus.  

Sebagai tahap awal, pihaknya menggandeng PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Kalbar sebagai co-branding atau partner dalam menggerakan kampanye pembayaran nontunai kepada masyarakat kota yang membutuhkan konsumsi BBM bagi kendaraannya.

Bank yang modalnya didominasi dari pemerintah daerah tersebut menyumbang 200 kartu untuk 1 bulan pertama ke depan.

Ketua Himpunan Wiraswasta Minyak dan Gas (Hiswana) Kalbar Hendra Salam menyambut baik penggunaan kartu Flazz. Pengelola SPBU mendapatkan keuntungan dari sisi penghematan anggaran operasional.

Konsumen pun, tuturnya, tidak akan dirugikan karena uang sisa kembalian tetap utuh di kartu tersebut. “Misalnya mau beli Rp20.000 tetapi isinya Rp19.600, dan masih ada sisa. Nah,, dengan kartu itu kan sesuai dengan yang kita beli,” ungkapnya. 

SPBU selama ini mengantar uang ke bank  dan ada biaya. Dengan GNT, SPBU bisa menekan anggaran operasional antar uang ke bank. Keuntungan lain, pelayanan menjadi lebih cepat, memperkecil tindakan kriminal bila menggunakan uang tunai di SPBU. “Konsumen juga tidak perlu membawa uang fisik ke SPBU," tambahnya. 

Sementara itu, lanjut Hendra, belum semua SPBU di Pontianak memasang infrastruktur mesin kartu Flazz. Namun, per 1 Januari, dia memastikan seluruh 21 SPBU di kota ini diwajibkan menggunakan kartu Flazz.

Marketing Branch Manager Kalimantan Barat dan Tengah PT Pertamina Teuku Johan Miftah mengatakan, pihaknya menggandeng bank swasta dan daerah sebagai salah satu cara mengubah pola perilaku transaksi konvesional menjadi modern di SPBU. Pontianak adalah kota pertama di Tanah Air yang menerapkan sistem tersebut. 

“Indikator perekonomian maju adalah modern maka kami mengajak perbankan untuk bekerjasama memasifkan gerakan nontunai di Pontianak. Target kami seluruh SPBU nontunai,” ujarnya.

Dia juga meyakini dengan pembayaran melalui kartu pembelian BBM di SPBU Pontianak menjadi stimulus bagi daerah lain yang tertarik bila ingin menerapkan hal sama. Tidak menutup kemungkinan, lanjutnya, juga berlaku pada pengisian BBM di wilayah-wilayah perairan sungai.  

Editor: Saeno

Berita Terkini Lainnya